kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.854   -55,00   -0,33%
  • IDX 8.877   -115,29   -1,28%
  • KOMPAS100 1.228   -11,32   -0,91%
  • LQ45 869   -5,91   -0,68%
  • ISSI 327   -2,84   -0,86%
  • IDX30 446   -2,30   -0,51%
  • IDXHIDIV20 529   0,63   0,12%
  • IDX80 136   -1,27   -0,92%
  • IDXV30 147   0,37   0,26%
  • IDXQ30 144   0,07   0,05%

Cegah Penyelundupan Komponen Senjata ke Rusia, Taiwan Tawarkan Kerjasama ke Ukraina


Jumat, 23 Januari 2026 / 10:50 WIB
Cegah Penyelundupan Komponen Senjata ke Rusia, Taiwan Tawarkan Kerjasama ke Ukraina
Lai Ching-te, Taiwans vice president (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins). Pernyataan Zelenskiy soal komponen misil Rusia jadi sorotan. Taiwan siap berdialog langsung dengan Ukraina. Simak langkah konkret pengetatan sanksi!


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Pemerintah Taiwan membuka peluang kerja sama langsung dengan Ukraina untuk memperketat pengawasan pelanggaran sanksi internasional, menyusul pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang menyebut Taiwan sebagai salah satu sumber komponen misil ilegal yang digunakan Rusia.

Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan siap berdialog dan bertukar informasi dengan Ukraina guna menindak praktik pengalihan barang melalui negara ketiga yang bertujuan menyamarkan tujuan akhir ke Rusia.

Langkah ini dimaksudkan untuk menutup celah penyelundupan komponen teknologi tinggi yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer.

Baca Juga: AS Bergabung dengan 90 Negara Desak Rusia Kembalikan Anak-Anak Ukraina

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, Taiwan secara bertahap memperketat aturan ekspor, khususnya terhadap produk teknologi tinggi dan semikonduktor, agar tidak dimanfaatkan untuk keperluan militer. 

Taiwan juga bergabung dalam sanksi luas yang dipimpin negara-negara Barat terhadap Moskow.

Pernyataan Zelenskiy disampaikan saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, Kamis (22/1/2026). Ia mengatakan Rusia tidak akan mampu memproduksi misil tanpa 

“komponen kritis yang bersumber dari China, Eropa, Amerika Serikat, dan Taiwan.”

Menanggapi hal itu, Lai menegaskan komitmen Taiwan untuk mendukung Ukraina. 

“Kami terbuka untuk pertukaran informasi lebih lanjut guna menindak pengalihan ilegal melalui negara ketiga dan penggunaan akhir yang disamarkan,” ujar Lai melalui akun media sosial X.

Baca Juga: Bocoran Mengejutkan: China Kirim Data Satelit ke Rusia untuk Serangan ke Ukraina

Ia menambahkan, Taiwan secara konsisten mendukung Ukraina melalui bantuan kemanusiaan dan penerapan sanksi terkoordinasi. Lai juga menyinggung adanya relawan asal Taiwan yang gugur saat bertempur membela Ukraina. 

Menurutnya, segala bentuk bantuan kepada agresor dan pelanggaran embargo internasional tidak dapat diterima.

Dalam pernyataan terpisah kepada wartawan di Taipei, Lai mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti informasi apa pun dari Ukraina terkait upaya pembobolan sanksi. 

Taiwan, kata dia, akan memperketat pengawasan terhadap barang yang dialihkan melalui negara ketiga untuk mencegah masuknya ke Rusia.

Pada November lalu, Taiwan juga mengumumkan revisi aturan ekspor agar selaras dengan Wassenaar Arrangement, sebuah kesepakatan internasional untuk mencegah proliferasi senjata, meski Taiwan bukan penandatangan resmi karena keterbatasan diplomatik.

Hingga kini, belum ada kontak langsung yang diumumkan secara resmi antara pemerintah Taiwan dan Ukraina. Hubungan yang terjalin umumnya melalui komunikasi dengan pejabat kota di Ukraina serta penyaluran bantuan kemanusiaan lewat kantor perwakilan Taiwan di Eropa Tengah dan Timur.

Baca Juga: Beijing Membalas: Boeing Kena Sanksi Usai AS Jual Senjata ke Taiwan

Taiwan selama ini kerap membandingkan invasi Rusia ke Ukraina dengan ancaman militer China terhadap Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya. Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan tersebut.

Seorang perwira tinggi militer Taiwan bahkan menyatakan, jika Rusia berhasil mengalahkan Ukraina, hal itu berpotensi mendorong China bersikap lebih agresif terhadap Taiwan. Karena itu, Taipei berharap Ukraina mampu mempertahankan kedaulatannya dan keluar sebagai pemenang.

Selanjutnya: BOJ Tahan Suku Bunga di Level 0,75%, Naikkan Proyeksi Pertumbuhan dan Inflasi

Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Perbarui Rekor All Time High, Nyaris US$ 5.000 per troi ons




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×