Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Militer Rusia menyatakan telah meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik ke sebuah target di Ukraina sebagai respons atas dugaan upaya serangan drone Ukraina terhadap salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin pada bulan lalu. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Kyiv.
Serangan ini merupakan penggunaan kedua rudal jarak menengah Oreshnik oleh Rusia. Presiden Vladimir Putin sebelumnya membanggakan bahwa rudal tersebut mustahil dicegat, mengingat kecepatannya yang dilaporkan mencapai lebih dari 10 kali kecepatan suara.
Rudal Oreshnik diketahui mampu membawa hulu ledak nuklir, meskipun tidak ada indikasi bahwa rudal yang digunakan dalam serangan semalam tersebut dilengkapi dengan senjata nuklir.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur kritis di Ukraina. Selain rudal Oreshnik, Rusia juga disebut menggunakan drone serang serta senjata presisi jarak jauh berbasis darat dan laut.
Baca Juga: AS Sita Kapal Tanker Rusia, Moskow Murka dan Peringatkan Eskalasi Konflik
“Target serangan berhasil dihantam,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia. Target yang dimaksud mencakup sebuah pabrik pembuat drone yang diklaim digunakan dalam dugaan serangan terhadap kediaman Putin, serta infrastruktur energi.
Gubernur wilayah Lviv, Maksym Kozytskyi, mengatakan bahwa sebuah fasilitas infrastruktur vital menjadi sasaran serangan. Media lokal melaporkan bahwa Stryi, sebuah ladang gas dengan fasilitas penyimpanan gas berskala besar, kemungkinan merupakan target utama.
Sejumlah koresponden perang Rusia merilis video yang diklaim memperlihatkan momen ketika rudal Oreshnik menghantam targetnya di wilayah Ukraina barat.
Dalam rekaman yang diambil di tengah lanskap bersalju tersebut, terlihat sekitar enam kilatan cahaya menghantam tanah, disusul suara ledakan keras dan rangkaian detonasi. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi keaslian video tersebut.
Ukraina menyebut tuduhan Rusia bahwa drone-nya mencoba menyerang salah satu kediaman Putin di wilayah Novgorod pada 29 Desember sebagai “kebohongan yang tidak masuk akal” yang bertujuan menggagalkan perundingan damai yang sudah berada dalam kondisi sulit.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 3% Lebih Tinggi di Tengah Gejolak Venezuela dan Rusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya tidak percaya serangan terhadap kediaman Putin benar-benar terjadi. Namun, ia mengatakan bahwa ada “sesuatu” yang memang terjadi di lokasi yang tidak terlalu jauh dari area tersebut.
Angkatan Udara Ukraina Konfirmasi Peluncuran Rudal Oreshnik
Angkatan Udara Ukraina pada Jumat mengonfirmasi bahwa Rusia telah meluncurkan rudal Oreshnik yang ditembakkan dari lapangan uji Kapustin Yar di dekat Laut Kaspia.
Rusia pertama kali menggunakan rudal Oreshnik pada November 2024, dengan sasaran yang diklaim sebagai sebuah pabrik militer di Ukraina. Pada saat itu, sumber Ukraina menyatakan bahwa rudal tersebut membawa hulu ledak tiruan, bukan bahan peledak, sehingga hanya menyebabkan kerusakan terbatas.
Putin menyebut bahwa daya hancur Oreshnik, bahkan dengan hulu ledak konvensional, sebanding dengan senjata nuklir. Namun, sejumlah pejabat Barat menyatakan skeptisisme terhadap kemampuan rudal tersebut.
Seorang pejabat Amerika Serikat pada Desember 2024 mengatakan bahwa senjata itu tidak dianggap sebagai pengubah permainan di medan perang.
Pada Desember lalu, Rusia juga merilis video yang diklaim memperlihatkan penempatan sistem rudal Oreshnik di Belarus, sekutu dekat Moskow. Langkah ini dinilai bertujuan memperkuat kemampuan Rusia untuk menyerang target di seluruh Eropa jika terjadi konflik berskala lebih luas.












