kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.065.000 1,04%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Kasus corona tembus 11 juta, WHO: Bangun, data tidak berbohong!


Sabtu, 04 Juli 2020 / 09:51 WIB
Kasus corona tembus 11 juta, WHO: Bangun, data tidak berbohong!
ILUSTRASI. Michael Ryan, Direktur Kedaruratan WHO.

Sumber: South China Morning Post | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Kasus virus corona baru global melebihi angka 11 juta pada Jumat (3/7), menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, menandai tonggak sejarah lain dalam penyebaran penyakit yang telah menewaskan lebih dari setengah juta orang dalam tujuh bulan.

Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara yang dilanda wabah virus corona serius untuk "bangun" dengan kenyataan di lapangan alih-alih bertengkar tentang Covid-19, dan untuk "mengambil kendali".

“Orang-orang perlu bangun. Data tidak berbohong. Situasi di lapangan tidak bohong," tegas Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan kepada wartawan di Jenewa, Jumat (3/7), seperti dikutip South China Morning Post. "Tidak pernah ada kata terlambat untuk mengambil kendali".

Baca Juga: Sejumlah negara bagian di AS catat rekor kasus corona, Miami berlakukan jam malam

Banyak negara yang sangat terpukul wabah virus corona mengurangi pelonggaran penguncian atau pembatasan sosial, sambil membuat perubahan besar pada pekerjaan dan kehidupan masyarakat yang bisa bertahan selama satu tahun atau lebih hingga vaksin tersedia.

Beberapa negara sedang mengalami kebangkitan infeksi virus corona, yang menyebabkan pihak berwenang mengembalikan sebagian penguncian, dalam apa yang para ahli katakan bisa menjadi pola berulang hingga 2021 mendatang.

Amerika Serikat (AS) melaporkan lebih dari 55.400 kasus baru virus corona pada Kamis (2/7), rekor global untuk kenaikan harian, karena infeksi meningkat di sebagian besar negara barian di negeri uak Sam. 

Baca Juga: Inggris longgarkan pembatasan, pub, restoran dan salon penata rambut kembali dibuka

Beberapa gubernur negara bagian di AS menghentikan rencana untuk membuka kembali ekonomi mereka setelah menghadapi lonjakan kasus. Hampir seperempat dari kematian global akibat virus corona terjadi di Amerika Serikat, lebih dari 129.000 orang.

Amerika Latin, tempat Brazil memiliki sekitar 1,5 juta kasus, memiliki 23% kasus virus corona dari total orang yang terinfeksi secara global. India telah menjadi pusat gempa baru di Asia, dengan kasus meningkat menjadi 625.000.

Asia dan Timur Tengah masing-masing memiliki sekitar 12% dan 9% kasus virus corona dari dari total orang yang terinfeksi secara global.



TERBARU

[X]
×