kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

WHO: Rumah Sakit di Teheran Dievakuasi Usai Serangan Udara AS dan Israel


Senin, 02 Maret 2026 / 19:10 WIB
WHO: Rumah Sakit di Teheran Dievakuasi Usai Serangan Udara AS dan Israel


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Situasi konflik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran global terhadap keselamatan fasilitas kesehatan. 

World Health Organization (WHO) pada Senin (2/3) mengungkapkan bahwa sebuah rumah sakit di ibu kota Teheran, Iran, terpaksa dievakuasi setelah terjadi ledakan di sekitarnya.

WHO menyatakan saat ini pihaknya juga tengah memverifikasi laporan bahwa tiga pusat medis lain di negara tersebut turut terdampak sejak dimulainya perang udara antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Juru bicara WHO menjelaskan bahwa pasien dari Gandhi Hospital di Teheran telah dipindahkan akibat ledakan di sekitar area rumah sakit yang menyebabkan kerusakan tambahan.

Baca Juga: Trump Kecewa Terhadap PM Inggris Keir Starmer, Ini Penyebabnya 

"Kami memahami pasien dipindahkan karena ledakan di dekat lokasi yang menyebabkan dampak kolateral terhadap rumah sakit," ujar juru bicara WHO.

Sejumlah saksi mata sebelumnya mengatakan kepada Reuters pada 1 Maret bahwa rumah sakit tersebut terkena serangan udara Israel.

Selain itu, WHO juga sedang memverifikasi laporan kerusakan yang diduga terjadi di Motahari Hospital di Teheran, pusat layanan medis darurat di Sarab di Iran barat laut, serta satu fasilitas kesehatan lainnya di provinsi Hamadan.

WHO diketahui memiliki kantor perwakilan di Iran dan bekerja sama dengan pemerintah dalam penanganan darurat kesehatan serta pengendalian penyakit.

Lembaga tersebut berupaya memverifikasi serangan terhadap sistem layanan kesehatan di berbagai negara tanpa secara langsung menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: IAEA: Belum Ada Indikasi Serangan Israel dan AS Hantam Fasilitas Nuklir Iran 

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Ali Bahreini, dalam pidatonya di UN Human Rights Council menyatakan bahwa rumah sakit telah menjadi sasaran "serangan tanpa pandang bulu", meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Perkembangan ini mempertegas meningkatnya risiko kemanusiaan di tengah eskalasi konflik militer di kawasan, khususnya terhadap infrastruktur sipil vital seperti fasilitas kesehatan.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×