kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.914   -7,00   -0,04%
  • IDX 7.177   70,34   0,99%
  • KOMPAS100 993   14,93   1,53%
  • LQ45 732   9,34   1,29%
  • ISSI 253   4,67   1,88%
  • IDX30 399   5,47   1,39%
  • IDXHIDIV20 498   9,38   1,92%
  • IDX80 112   1,64   1,49%
  • IDXV30 136   1,30   0,96%
  • IDXQ30 130   2,31   1,81%

WHO: Rumah Sakit di Teheran Dievakuasi Usai Serangan Udara AS dan Israel


Senin, 02 Maret 2026 / 19:10 WIB
WHO: Rumah Sakit di Teheran Dievakuasi Usai Serangan Udara AS dan Israel
ILUSTRASI. Konflik Timur Tengah memanas! Sebuah rumah sakit di Teheran dievakuasi setelah ledakan, WHO kini verifikasi 3 fasilitas lain terdampak. Ketahui risiko kemanusiaan yang meningkat. (via REUTERS/IRGC via Wana News Agency)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Situasi konflik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran global terhadap keselamatan fasilitas kesehatan. 

World Health Organization (WHO) pada Senin (2/3) mengungkapkan bahwa sebuah rumah sakit di ibu kota Teheran, Iran, terpaksa dievakuasi setelah terjadi ledakan di sekitarnya.

WHO menyatakan saat ini pihaknya juga tengah memverifikasi laporan bahwa tiga pusat medis lain di negara tersebut turut terdampak sejak dimulainya perang udara antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Juru bicara WHO menjelaskan bahwa pasien dari Gandhi Hospital di Teheran telah dipindahkan akibat ledakan di sekitar area rumah sakit yang menyebabkan kerusakan tambahan.

Baca Juga: Trump Kecewa Terhadap PM Inggris Keir Starmer, Ini Penyebabnya 

"Kami memahami pasien dipindahkan karena ledakan di dekat lokasi yang menyebabkan dampak kolateral terhadap rumah sakit," ujar juru bicara WHO.

Sejumlah saksi mata sebelumnya mengatakan kepada Reuters pada 1 Maret bahwa rumah sakit tersebut terkena serangan udara Israel.

Selain itu, WHO juga sedang memverifikasi laporan kerusakan yang diduga terjadi di Motahari Hospital di Teheran, pusat layanan medis darurat di Sarab di Iran barat laut, serta satu fasilitas kesehatan lainnya di provinsi Hamadan.

WHO diketahui memiliki kantor perwakilan di Iran dan bekerja sama dengan pemerintah dalam penanganan darurat kesehatan serta pengendalian penyakit.

Lembaga tersebut berupaya memverifikasi serangan terhadap sistem layanan kesehatan di berbagai negara tanpa secara langsung menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: IAEA: Belum Ada Indikasi Serangan Israel dan AS Hantam Fasilitas Nuklir Iran 

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Ali Bahreini, dalam pidatonya di UN Human Rights Council menyatakan bahwa rumah sakit telah menjadi sasaran "serangan tanpa pandang bulu", meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Perkembangan ini mempertegas meningkatnya risiko kemanusiaan di tengah eskalasi konflik militer di kawasan, khususnya terhadap infrastruktur sipil vital seperti fasilitas kesehatan.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×