kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.945   34,00   0,19%
  • IDX 6.372   37,26   0,59%
  • KOMPAS100 838   2,32   0,28%
  • LQ45 632   -0,61   -0,10%
  • ISSI 220   2,50   1,15%
  • IDX30 355   -1,15   -0,32%
  • IDXHIDIV20 437   -3,86   -0,88%
  • IDX80 95   0,28   0,29%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 113   -0,88   -0,77%

Kasus Covid-19 India melampaui 18 juta, penggali kubur bekerja sepanjang waktu


Jumat, 30 April 2021 / 05:24 WIB
ILUSTRASI. Setelah mencatatkan rekor dunia infeksi harian lainnya, total kasus Covid-19 di India melewati angka 18 juta pada Kamis (29/4/2021). REUTERS/Adnan Abidi


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Statistik menunjukkan, pemerintah menegaskan, sistem bekerja tanpa gangguan apapun dan jauh dari crash.

Menurut pemerintah, lebih dari 8 juta orang telah mendaftar. Namun tidak segera jelas, berapa banyak orang yang telah mendapat slot.

Seorang pejabat lokal di Mumbai mengatakan kota itu telah menghentikan program vaksinasi selama tiga hari karena persediaan yang menipis. Sementara, para pejabat mengatakan negara bagian Maharashtra yang paling parah kemungkinan akan memperpanjang pembatasan virus korona yang ketat selama dua minggu lagi.

Data Reuters menunjukkan, hanya sekitar 9% dari populasi India yang mencapai 1,4 miliar telah menerima dosis sejak kampanye vaksinasi dimulai pada Januari.

Namun, meski gelombang kedua membanjiri sistem kesehatan, angka kematian resmi di bawah Brasil dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 melonjak, India kekurangan lahan kuburan

Pelacak COVID-19 global Reuters menunjukkan, India telah melaporkan 147,2 kematian per juta. Sementara Brasil dan Amerika Serikat masing-masing melaporkan angka 1.800 dan 1.700.

Namun, para ahli medis percaya, angka Covid-19 India yang sebenarnya mungkin lima hingga 10 kali lebih besar dari penghitungan resmi.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan pada hari Rabu untuk melarang perjalanan ke India karena pandemi dan menyarankan warganya untuk meninggalkan negara itu. Anggota keluarga pegawai pemerintah AS di India dapat secara sukarela kembali ke Amerika Serikat, tambahnya.

Perdana Menteri Narendra Modi telah dikritik karena mengizinkan kampanye politik besar-besaran dan festival keagamaan sehingga menjadi ajang penyebaran Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Selanjutnya: Dua staf diplomatik AS di India meninggal akibat Covid-19, 100 orang lebih positif




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×