kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Kasus Covid-19 melonjak, PDB Vietnam di kuartal III-2021 susut 6,17%


Rabu, 29 September 2021 / 11:12 WIB
Kasus Covid-19 melonjak, PDB Vietnam di kuartal III-2021 susut 6,17%
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Vietnam kontraksi 6,17% di kuartal III-2021

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - HANOI. Pertumbuhan ekonomi Vietnam turun pada kuartal III-2021 akibat pembatasan ketat untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Rabu (29/9), General Statistics Office (GSO) merilis, Produk Domestik Bruto (PDB) Vietnam pada kuartal ketiga menyusut 6,17% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy). Ini juga menjadi penurunan kuartalan paling tajam dalam catatan pemerintah.

Lebih rinci, GSO mengatakan, sektor jasa mengalami kontraksi 9,28% secara yoy. Sementara sektor industri dan konstruksi turun 5,02% yoy dan sektor pertanian berhasil tumbuh tipis 1,04% di kuartal III-2021.

"Pandemi Covid-19 telah secara serius mempengaruhi semua aspek ekonomi dengan banyak kota dan provinsi yang menjadi produksi utama karena harus memberlakukan penguncian yang ketat," kata GSO dalam sebuah pernyataan.

GSO biasanya merilis data sebelum akhir periode pelaporan dan datanya sering kali dapat direvisi. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua juga direvisi ke bawah menjadi 6,57% dari sebelumnya 6,61%.

Setelah berhasil menahan virus hampir sepanjang tahun lalu, Vietnam telah bergulat dengan peningkatan infeksi sejak April, dengan total kasus mencapai 770.000 dan 18.936 kematian. Sebagian besar kasus itu terjadi di pusat bisnis, Kota Ho Chi Minh dan provinsi industri di sekitarnya.

Baca Juga: Bank Dunia pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 menjadi 3,7%

Wabah telah memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan penguncian ketat di kota-kota dan provinsi terbesar di Vietnam, dan mendorong perusahaan untuk menangguhkan produksi.

Pemerintah dalam seminggu terakhir telah mengambil langkah-langkah untuk secara bertahap melonggarkan penguncian, menyusul tekanan dari asosiasi bisnis dan peringatan oleh investor bahwa pembatasan akan mendorong perpindahan investasi dari negara itu.

Sebelumnya, pemerintah Vietnam menargetkan kenaikan PDB 6,5% untuk tahun ini. Tetapi seorang menteri di awal bulan ini mengatakan, pertumbuhan negara tersebut hanya bisa ada di kisaran 3,5%-4,0%.

Sekitar 90.000 bisnis menghentikan operasi atau bangkrut pada periode Januari-September, kata GSO. Di antara mereka, 32.400 dibubarkan, naik 17,4% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, tingkat pengangguran Vietnam pun naik menjadi 3,43% pada kuartal ketiga. Padahal di kuartal II-2021, tingkat pengangguran masih 2,40%.

Menurut GSO, ekspor pada bulan September kemungkinan turun 0,6% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 27 miliar dan indeks produksi industri juga turun 5,5%.

 

Selanjutnya: 21 Petugas WHO terlibat aksi pelecehan seksual saat menangani wabah Ebola di Kongo

 




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×