kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Kasus virus corona global melejit jadi 25 juta, India toreh rekor kasus harian


Senin, 31 Agustus 2020 / 06:30 WIB
ILUSTRASI. Warga mengenakan masker di Mumbai, India. REUTERS/Hemanshi Kamani


Sumber: South China Morning Post,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kasus infeksi virus corona global melejit melampaui angka 25 juta pada Minggu (30/8/2020).

Melansir South China Morning Post, berdasarkan perhitungan Johns Hopkins University, tambahan jutaan kasus telah terdeteksi secara global dalam setiap empat hari sejak pertengahan Juli. India, menorehkan rekor penambahan kasus tertinggi haria dengan 78.761 kasus.

Data Reuters menunjukkan, angka 78.761 kasus di India melebihi 77.299 yang tercatat di Amerika Serikat pada 16 Juli.

Baca Juga: Situasi serius, mutasi virus corona yang lebih menular ditemukan di Indonesia

Negara terpadat kedua di dunia ini mencatatkan 3,54 juta kasus. Ini merupakan negara terparah ketiga akibat pandemi, setelah Amerika Serikat dan Brasil. Yang menjadi perhatian, penghitungan hariannya telah melampaui dua negara lainnya selama hampir dua minggu terakhir.

Masih melansir Reuters, korban tewas Covid-19 di India melonjak 948 menjadi 63.498. Maharashtra, negara bagian terkaya dan paling urban di India, mencatat 331 kematian, peningkatan satu hari paling tajam di antara semua negara bagian, diikuti oleh negara bagian selatan Karnataka dengan 136 kematian.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Minggu (30/8):172.053 kasus, 124.185 sembuh, 7.343 meninggal

Meskipun jumlah kasus melonjak, Perdana Menteri Narendra Modi telah mendorong warganya untuk kembali ke keadaan normal demi mengurangi penderitaan ekonomi akibat pandemi. Sebelumnya, India memberlakukan penguncian yang ketat terhadap 1,3 miliar warganya.




TERBARU

[X]
×