kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45945,79   -3,70   -0.39%
  • EMAS926.000 -0,32%
  • RD.SAHAM 0.35%
  • RD.CAMPURAN 0.29%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Kecam agresi ke Ukraina, Merkel menilai Rusia layak menerima sanksi Uni Eropa


Jumat, 26 November 2021 / 13:59 WIB
Kecam agresi ke Ukraina, Merkel menilai Rusia layak menerima sanksi Uni Eropa
ILUSTRASI. Kanselir Jerman Angela Merkel.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak Uni Eropa untuk menyiapkan banyak sanksi terhadap Rusia jika masalah keamanan di dalam dan sekitar Ukraina timur atau di perbatasan Belarus-Polandia meningkat.

Berbicara pada konferensi pers bersama di Berlin mendampingi Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki hari Kamis (25/11), Merkel menilai Uni Eropa harus memiliki satu suara dalam masalah keamanan di sejumlah titik dekat Rusia.

"Setiap agresi lebih lanjut terhadap kedaulatan Ukraina akan membawa harga tinggi. Meredakan situasi harus selalu menjadi pilihan yang lebih disukai," kata Merkel, seperti dikutip Reuters.

Merkel, yang akan segera turun tahta, juga berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Voldoymyr Zelenskiy. Dalam obrolan singkatnya, kedua pihak menyepakati perlunya tanggapan terkoordinasi terhadap ancaman dari Rusia.

Rusia dan Ukraina minggu ini sama-sama menggelar latihan militer, membuat suasana perbatasan semakin tegang. 

Baca Juga: Putin mengakui militer Ukraina yang didukung NATO bisa mengancam Rusia

Di saat yang bersamaan, Uni Eropa juga diserbu ribuan migran dari Timur Tengah dan beberapa titik lainnya. Penumpukan migran terjadi di perbatasan timur Uni Eropa. 

Polandia telah mengerahkan militer dan polisi ke perbatasan untuk mencegah kelompok migran menyeberang dari Belarus. Langkah tersebut dianggap bisa melindungi Uni Eropa dan Jerman dari gelombang besar migran. Polandia juga mendesak Uni Eropa memberi sanksi kepada Belarus atas munculnya gelombang migran tersebut.

Merkel merespons baik langkah Polandia untuk meredam kekacauan di perbatasan. Ia juga menyuarakan keprihatinannya atas kondisi para migran dan berharap semua mendapat perlakuan yang manusiawi.

Saat ini Uni Eropa menuduh Belarus sengaja menerbangkan migran ke negaranya dan kemudian mendorong mereka untuk melintasi perbatasan Uni Eropa. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Selanjutnya: Kota Bogor berencana bangun ibukota baru di wilayah ini




TERBARU

[X]
×