Kecepatan Serangan Balik Militer Ukraina atas Pasukan Rusia Sangat Berbahaya

Selasa, 13 September 2022 | 14:33 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Kecepatan Serangan Balik Militer Ukraina atas Pasukan Rusia Sangat Berbahaya

ILUSTRASI. Tentara Ukraina menembakkan peluru dari meriam Howitzer M777 di dekat garis depan, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Wilayah Donetsk, Ukraina, 6 Juni 2022. REUTERS/Stringer.


KONTAN.CO.ID - Kecepatan serangan balik militer Ukraina di Wilayah Kharkiv sangat berbahaya. Lebih dari 35 kota dan desa telah Ukraina rebut kembali dari pasukan Rusia yang melarikan diri ke timur.

"Dalam empat hari, Ukraina membatalkan empat bulan keberhasilan tentara Rusia yang menelan banyak korban," kata Nikolay Mitrokhin, ahli Rusia dari Universitas Bremen, Jerman, kepada Al Jazeera.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pasukannya telah merebut kembali wilayah seluas 6.000 km persegi dari Rusia dalam serangan balasan bulan ini, menandai kekalahan terburuk Moskow dalam perang yang hampir berlangsung selama tujuh bulan.

"Sejak awal September, tentara kami telah membebaskan 6.000 kilometer persegi wilayah Ukraina di timur dan selatan, dan kami bergerak lebih jauh," ungkap Zelenskyy dalam pidato hariannya, Senin (12/9), seperti dikutip Al Jazeera.

Baca Juga: Hanya dalam Satu Hari, Ukraina Rebut Lebih dari 20 Kota dan Desa dari Rusia

Pasukan Ukraina memperoleh lebih banyak keuntungan pada Senin, mendorong pasukan Rusia sampai ke perbatasan timur laut di beberapa tempat.

Bahkan, pasukan Ukraina mengeklaim telah menangkap banyak tentara Rusia sebagai bagian dari serangan kilat yang memaksa negeri beruang merah mundur dengan tergesa-gesa.

"Di beberapa daerah di garis depan, para pejuang kami mencapai perbatasan negara dengan Rusia," ujar Gubernur Kharkiv Oleh Synyehubov, seperti dilansir Al Jazeera.

Baca Juga: Zelensky Minta Negara Barat Percepat Pengiriman Senjata ke Ukraina

Juru bicara intelijen militer Ukraina Andriy Yusov menyebutkan, pasukan Rusia menyerah secara massal karena "mereka memahami keputusasaan situasi mereka". 

Tentara yang ditangkap termasuk sejumlah besar perwira Rusia.

Sementara Penasihat Presiden Ukraina Oleksiy Arestovich mengatakan, ada begitu banyak tawanan perang (POW) sehingga negara kehabisan ruang untuk menampung mereka.

Hanya, Arestovich tidak merinci jumlah tahanan Rusia. Yang terang, tawanan perang akan Ukraina tukar dengan tentara Ukraina yang ditahan oleh Rusia.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru