Zelensky Minta Negara Barat Percepat Pengiriman Senjata ke Ukraina

Selasa, 13 September 2022 | 11:10 WIB Sumber: Reuters
Zelensky Minta Negara Barat Percepat Pengiriman Senjata ke Ukraina

ILUSTRASI. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.


KONTAN.CO.ID - KIEV. Presiden Ukraina Vlodomyr Zelensky kembali meminta bantuan kepada negara-negara Barat yang menjadi sekutunya. Kali ini Zelensky mendesak agar sekutunya mempercepat pengiriman senjata ke Ukraina.

Seruan ini disampaikan Zelensky ketika pasukan Ukraina mulai berhasil merebut kembali wilayahnya yang sempat dikuasai Rusia. Zelensky mengatakan Ukraina telah merebut kembali sekitar 6.000 km persegi wilayahnya.

Saat ini pun Rusia terlihat mulai menarik mundur pasukannya. Bahkan, kondisi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dianggap sebagai kekalahan terburuk Rusia sejak invasi dimulai bulan Februari lalu.

Momentum ini diharapkan bisa menjadi titik balik perjuangan Ukraina untuk mempertahankan kedaulatannya.

Baca Juga: Zelensky Akan Fokuskan Anggaran Negara Tahun Depan untuk Perang

Negara-negara Barat telah mengirim senjata bernilai miliaran dolar ke Ukraina sejak awal invasi. Dalam pidatonya Senin (12/9) malam, Zelensky mengatakan Ukraina dan Barat harus memperkuat kerja sama untuk mengalahkan teror Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memastikan bahwa AS dan sekutunya akan menjamin kemampuan Ukraina untuk melakukan serangan balasan.

"Amerika Serikat dan banyak negara lain dalam hal memastikan bahwa Ukraina memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk menuntut serangan balasan ini," ungkap Blinken, seperti dikutip Reuters.

Pekan lalu, AS mengumumkan program bantuan senjata baru untuk Ukraina. Nantinya Ukraina akan menerima amunisi untuk sistem anti-roket HIMARS dan beberapa perlengkapan lain. 

Baca Juga: Situasi Terkini Perang Rusia-Ukraina Menjelang Bulan Ketujuh

Meski disebut mulai melemah oleh Ukraina dan sekutunya, namun pihak Rusia menegaskan bahwa mereka masih akan terus melanjutkan operasi militernya.

"Operasi militer khusus terus berlanjut. Dan itu akan terus berlanjut sampai tujuan yang semula ditetapkan tercapai," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Presiden Rusia Vladimir Putin pun pada hari Senin mengatakan negaranya telah berhasil bertahan dengan baik dalam menghadapi sanksi Barat. Menurutnya, bentuk balasan apapun bukan masalah bagi Rusia.

"Taktik blitzkrieg ekonomi, serangan gencar yang mereka (Ukraina) andalkan, tidak berhasil," ungkap Putin.

Di sisi lain, ribuan tentara Rusia dilaporkan telah mundur dan meninggalkan amunisi dan peralatannya di wilayah selatan Ukraina. Saat mundur, tentara Rusia menembakkan rudal ke pembangkit listrik, menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Kharkiv yang vital.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru