Kehilangan investor, sejumlah anggota OPEC mengaku kesulitan memproduksi minyak

Rabu, 22 September 2021 | 13:14 WIB Sumber: Reuters
Kehilangan investor, sejumlah anggota OPEC mengaku kesulitan memproduksi minyak

ILUSTRASI.


KONTAN.CO.ID - LONDON. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengaku tengah kesulitan memenuhi permintaan minyak global yang tinggi ketika banyak negara kini mulai pulih dari pandemi. Beberapa negara mesti berjuang lebih keras karena mulai ditinggal investor.

Melansir Reuters, beberapa negara anggota OPEC dan OPEC+ seperti Nigeria, Angola, dan Kazakhstan dalam beberapa bulan terakhir berjuang meningkatkan produksi di tengah kurangnya investasi selama bertahun-tahun.

Pada hari Selasa (21/9), sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters bahwa pengurangan produksi minyak naik menjadi 116% pada Agustus. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 109% pada bulan Juli.

Saat ini OPEC+ meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari pada bulan Agustus dan September.

Baca Juga: Harga minyak turun jelang akhir pekan setelah menguat lima hari

Ketidakmampuan beberapa anggota untuk meningkatkan output ke tingkat yang disepakati menunjukkan kesenjangan pasokan bisa terus berkembang di masa mendatang. Belum lagi para anggota masih harus menuntaskan rencana peningkatan output bulanan untuk melepas sisa pemotongan pasokan yang dibuat pada tahun 2020.

Dampaknya, negara produsen papan atas seperti Arab Saudi akan menerima beban lebih berat di bulan-bulan berikutnya. Permintaan minyak global diprediksi akan mulai benar-benar pulih setelah kuartal kedua tahun depan.

Kekurangan investasi

Saat ini banyak investor yang mulai melirik ke sektor energi terbarukan sebagai bagian dari transisi energi. Kurangnya dana membuat sejumlah anggota OPEC, serta OPEC+, mengaku kesulitan melakukan produksi.

Baca Juga: OPEC Memangkas Perkiraan Permintaan Minyak Dunia Kuartal IV Menjadi 99,70 Juta Bph

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru