kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kekhawatiran atas Brexit justru membuat ekonomi Inggris rebound di awal 2019


Sabtu, 11 Mei 2019 / 21:50 WIB

Kekhawatiran atas Brexit justru membuat ekonomi Inggris rebound di awal 2019

KONTAN.CO.ID - LONDON. Ekonomi Inggris berhasil rebound dalam tiga bulan pertama tahun ini didorong peningkatan pasokan manufaktur di tengah masih belum jelasnya nasib Brexit. Di kuartal pertama 2019, pertumbuhan ekonomi Inggris mencapai 0,5%, naik dari posisi pada kuartal IV 2018 yang hanya sebesar 0,2%.

Dilansir dari BBC, di triwulan I 2019 sektor manufaktur mengalami pertumbuhan tercepat sejak 1988. Badan Statistik Nasional Inggris menyebut, pertumbuhan tersebut didorong oleh langkah produsen di negara tersebut yang mempercepat pasokan manufaktur sebelum batas waktu Brexit yang sebelumnya dijadwalkan pada 29 Maret.


Industri Farmasi adalah salah satu sektor yang paling terpengaruh dengan peningkatan suplai tersebut sehingga berhasil tumbuh 9,4% antara Januari dan Maret tahun ini.

Sebelumnya hasil survei menunjukkan bahwa produsen di berbagai sektor telah menimbun barang untuk menghindari dampak buruk dari no deal Brexit yang dikhawatirkan dapat menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman di perbatasan Inggris.

Selain itu, ketakutan pada Brexit juga mendorong produsen meningkatkan impor suku cadang dan bahan baku. Hal ini mendorong lonjakan impor sehingga mendorong total defisit perdagangan Inggris.

Total defisit perdagangan negeri Ratu Elizabeth melebar dari £ 8,9 miliar menjadi £ 18,3 miliar.  Sebagian di antaranya didorong oleh peningkatan tajam pada impor mobil dan emas.

Namun, batas waktu Inggris untuk keluar dari Uni Eropa telah diperpanjang hingga akhir Oktober 2019 setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta Uni Eropa untuk memberi lebih banyak waktu untuk menegosiasikan kesepakatan.

Meski begitu, efek Brexit dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dinilai hanya bersifat temporer.

"Beberapa sektor bisnis meningkatkan aktivitas di awal tahun ini dalam persiapan untuk meninggalkan Uni Eropa, sehingga stok yang lebih tinggi secara artifisial meningkatkan angka pertumbuhan. Pada kuartal kedua, kekhawatiran banyak perusahaan pada Brexit akan menurun dan pada gilirannya akan menyeret pertumbuhan ekonomi," kata ekonom Institute of Directors, Tej Parikh.


Sumber : BBC
Editor: Tendi

Video Pilihan


Close [X]
×