kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kelompok ilmuwan: Asal usul Covid-19 perlu diselidiki lebih lanjut


Jumat, 14 Mei 2021 / 13:42 WIB
Kelompok ilmuwan: Asal usul Covid-19 perlu diselidiki lebih lanjut
ILUSTRASI. Nanographics GmbH merilis gambar virion virus corona baru SARS-CoV-2 yang nyata dalam tiga dimensi (3D).

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Sekelompok ilmuwan terkemuka dalam sebuah surat menyatakan asal usul virus corona masih belum jelas dan belum ada cukup bukti untuk mengatakan secara pasti apakah itu terjadi secara alami atau disebabkan oleh kebocoran laboratorium.

Mengutip Reuters, Jumat (14/5), virus corona baru yang muncul di China pada akhir 2019 telah menewaskan 3,34 juta orang, merugikan dunia triliunan dolar dan mengubah kehidupan sehari-hari bagi miliaran orang.

"Penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan asal mula pandemi," kata 18 ilmuwan, termasuk Ravindra Gupta, ahli mikrobiologi klinis di Universitas Cambridge dan Jesse Bloom, yang mempelajari evolusi virus di pusat penelitian kanker Fred Hutchinson.

"Teori pelepasan yang tidak disengaja dari laboratorium dan limpahan zoonosis tetap dapat dipertahankan," kata para ilmuwan termasuk David Relman, profesor mikrobiologi di Stanford, dalam sebuah surat kepada jurnal Science.

Baca Juga: Antisipasi arus balik, syarat surat tanda negatif Covid-19 berlaku 18-24 Mei

Para penulis surat itu mengatakan penyelidikan awal WHO terhadap asal-usul virus tidak membuat "pertimbangan yang seimbang" tentang teori bahwa virus itu mungkin berasal dari insiden laboratorium.

"Kita harus menganggap serius hipotesis tentang limpahan alam dan laboratorium sampai kita memiliki data yang cukup," kata para ilmuwan, menambahkan bahwa penyelidikan yang cermat dan tidak memihak secara intelektual perlu dilakukan.

"Saat ini terjadi sentimen anti-Asia yang tidak menguntungkan di beberapa negara, kami mencatat bahwa pada awal pandemi, para dokter, ilmuwan, jurnalis, dan warga China yang berbagi informasi penting tentang penyebaran virus kepada dunia — sering kali dengan biaya pribadi yang besar. "

Selanjutnya: Kasus positif corona di Indonesia tambah 3.448 pada Kamis (13/5)

 




TERBARU

[X]
×