Kematian global akibat Covid-19 telah capai 5 juta didorong varian delta

Minggu, 03 Oktober 2021 | 10:28 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Kematian global akibat Covid-19 telah capai 5 juta didorong varian delta

ILUSTRASI. Warga berdoa di makam keluarganya usai pemakaman dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu (4/7/2021).


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kematian di seluruh dunia terkait dengan Covid-19 telah melampaui 5 juta pada akhir pekan ini. Orang-orang yang tidak divaksinasi secara khusus terpapar varian Delta yang mematikan.

Mengutip Reuters, lebih dari setengah dari semua kematian global yang dilaporkan rata-rata berada di Amerika Serikat, Rusia, Brasil, Meksiko, dan India. Untuk mencapai jumlah kematian Covid-19 sebanyak 2,5 juta membutuhkan lebih dari setahun. Namun, 2,5 juta kematian berikutnya dicatat hanya dalam waktu kurang dari delapan bulan yang didorong oleh merebaknya varian Delta.

Rata-rata 8.000 kematian dilaporkan setiap hari di seluruh dunia selama seminggu terakhir atau sekitar lima kematian setiap menit. Untungnya, tingkat kematian global telah melambat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: WHO: 6 miliar vaksin Covid-19 telah tersedia, 75% ada di negara berpenghasilan tinggi

Saat ini, ada peningkatan fokus dalam beberapa hari terakhir untuk memberikan vaksin ke negara-negara miskin. Banyak orang di negara miskin belum menerima dosis pertama bahkan ketika orang-orang di negara kaya mulai mendapatkan suntikan booster.

Lebih dari separuh dunia belum menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19, menurut Our World in Data. Pekan ini, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa program distribusi COVAX akan mendistribusikan suntikan hanya ke negara-negara dengan tingkat cakupan terendah.

Dipimpin bersama oleh WHO, COVAX sejak Januari telah mengalokasikan sebagian besar dosis secara proporsional di antara 140 negara penerima sesuai dengan ukuran populasi. "Untuk pasokan Oktober kami merancang metodologi yang berbeda, hanya mencakup peserta dengan sumber pasokan rendah," ujar Mariangela Simao, Asisten Direktur Jenderal WHO.

Amerika Serikat (AS) telah melampaui 700.000 kematian pada hari Jumat lalu. AS mencatat jumlah kematian tertinggi di dunia. Jumlah kasus dan rawat inap di negara tersebut cenderung lebih rendah. Tetapi pejabat kesehatan bersiap untuk kemungkinan kebangkitan karena cuaca yang lebih dingin memaksa lebih banyak aktivitas di dalam ruangan.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Ketiga Covid-19, Ini Langkah Antisipasi yang Perlu Dipahami Masyarakat

Sementara itu, Rusia melaporkan 887 kematian terkait virus corona pada akhir pekan. Ini merupakan jumlah kematian satu hari terbesar yang tercatat sejak pandemi dimulai dan hari keempat berturut-turut mencatat rekor. Hanya 33% dari populasi Rusia yang memenuhi syarat telah menerima dosis vaksin pertama.

Dihitung secara kawasan, Amerika Selatan memiliki angka kematian tertinggi di dunia, terhitung 21% dari semua kematian yang dilaporkan, diikuti oleh Amerika Utara dan Eropa Timur masing-masing menyumbang lebih dari 14% dari semua kematian.

Namun, India yang merupakan salah satu negara pertama yang diserang varian Delta, telah berubah dari rata-rata 4.000 kematian per hari menjadi kurang dari 300 saat kampanye vaksinasi diluncurkan. Sekitar 47% dari populasi India yang memenuhi syarat telah menerima suntikan pertama. India memberikan sekitar 7,89 juta dosis per hari selama seminggu terakhir.

Sekadar informasi, Varian Delta sekarang menjadi strain dominan di seluruh dunia. Varian ini dilaporkan berada di 187 dari 194 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia.

Baca Juga: Kabar baik, kasus dan kematian global akibat COVID-19 terus turun

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru