Kabar baik, kasus dan kematian global akibat COVID-19 terus turun

Kamis, 30 September 2021 | 23:10 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Kabar baik, kasus dan kematian global akibat COVID-19 terus turun


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Angka kasus dan kematian akibat COVID-19 global secara mingguan terus menurun. Selama pekan keempat September 2021, kasus dan kematian masing-masing turun 10% dibanding minggu sebelumnya.

Dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan COVID-19 yang terbit Rabu (29/9), WHO menyebutkan, total kasus global sepanjang 20-26 September turun menjadi 3,39 juta, sementara kematian menurun jadi 55.830.

Penurunan terbesar kasus COVID-19 pekan keempat September terjadi di Wilayah Mediterania Timur, mencapai 17%, diikuti Pasifik Barat 15%, Amerika 14%, Afrika 12%, dan Asia Tenggara 10%.

Dengan tambahan kasus dan kematian baru, total infeksi COVID-19 secara global menjadi 231,41 juta juta dan jumlah yang meninggal terpapar virus corona di dunia jadi 4,74 juta orang.

"Penurunan terbesar dalam angka kematian mingguan akibat COVID-19 dilaporkan dari Wilayah Pasifik Barat, dengan penurunan 24% dibandingkan dengan minggu sebelumnya," sebut WHO.

Baca Juga: WHO: 75% dosis vaksin Covid-19 dikuasai negara berpenghasilan tinggi

Berikut lima negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia selama pekan keempat September:

  1. Amerika Serikat dengan 765.827 kasus atau turun 31%
  2. Brasil dengan 247.397 kasus atau naik 135% karena ada perubahan pelaporan
  3. Inggris dengan 230.494 kasus atau naik 14%
  4. India dengan 204.582 kasus atau sama dengan minggu sebelumnya
  5. Turki dengan 192.778 kasus sama dengan minggu sebelumnya

Sedangkan lima negara dengan kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia selama pekan keempat September:

  1. Amerika Serikat dengan 14.842 kematian atau turun 17%
  2. Rusia dengan 5.469 kematian atau sama dengan minggu sebelumnya
  3. Meksiko dengan 3.689 kematian atau naik 13%
  4. Brasil dengan 3.727 kematian atau naik 10%
  5. Iran dengan 2.967 kematian atau turun 23%

Selanjutnya: Mengacu studi terbaru, ini gejala long Covid yang paling umum terjadi

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru