kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Kematian melonjak, WHO serukan penggunaan dexamethasone buat pasien corona parah


Selasa, 23 Juni 2020 / 15:13 WIB
ILUSTRASI. Sebuah ampul dexamethasone dalam foto ilustrasi yang diambil pada 17 Juni 2020. REUTERS/Yves Herman


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

"Tidak ada bukti obat itu bekerja untuk pasien dengan penyakit ringan atau sebagai tindakan pencegahan, dan itu bisa menyebabkan bahaya," kata Tedros memperingatkan.

Dia bersikeras, negara-negara dengan jumlah pasien virus corona dalam kondisi sakit kritis yang banyak perlu diprioritaskan untuk mendapatkan dexamethasone.

Hanya, Tedros memperingatkan, pemasok harus menjamin kualitas dexamethasone, "karena ada risiko tinggi produk di bawah standar atau dipalsukan memasuki pasar".

Baca Juga: WHO perbarui kriteria pasien sembuh corona, tidak perlu dua kali swab negatif

Jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di seluruh dunia telah menembus angka sembilan juta dan menewaskan lebih dari 468.500 orang sejak wabah bergulir di China pada Desember tahun lalu.

"Hampir setiap hari kita mencapai rekor baru dan suram," sebut Tedros yang mencatat, lebih dari 183.000 kasus baru pada Minggu (21/6), paling banyak dalam satu hari sejauh ini.

Tedros bilang, beberapa negara menyaksikan peningkatan yang cepat dalam kasus dan kematian. Sementara yang lain yang berhasil menekan penularan sekarang melihat peningkatan kasus ketika mereka membuka kembali masyarakat dan ekonomi mereka.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×