Kembangkan rudal nuklir, Raja Salman desak dunia mengambil sikap tegas atas Iran

Kamis, 12 November 2020 | 17:25 WIB Sumber: Reuters
Kembangkan rudal nuklir, Raja Salman desak dunia mengambil sikap tegas atas Iran

ILUSTRASI. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud berbicara saat menyetujui anggaran 2018 selama rapat kabinet di Riyadh, Arab Saudi, 19 Desember 2017.


KONTAN.CO.ID - RIYADH. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mendesak dunia untuk mengambil "sikap tegas" guna mengatasi upaya Iran untuk mengembangkan program rudal nuklir dan balistik.

Dalam pidato tahunan di depan badan penasihat pemerintah tertinggi, Kamis (12/11), Raja Salman menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya di negara lain, pengembangan terorisme, dan mengipasi api sektarianisme.

Mengutip Reuters, Raja Salman menyerukan sikap tegas dari komunitas internasional terhadap Iran yang menjamin penanganan drastis dari upayanya untuk memperoleh senjata pemusnah massal dan mengembangkan program rudal balistik.

Itu adalah pidato publik pertama Raja berusia 84 tahun itu sejak berpidato di depan Majelis Umum PBB pada September lalu melalui videolink, di mana dia juga membidik Iran. 

Baca Juga: Ngeri! Korea Utara diyakini punya hingga 60 hulu ledak nuklir dan 650 rudal balistik

Muslim Sunni Arab Saudi dan Syiah Iran terkunci dalam perjuangan selama puluhan tahun untuk mendapatkan pengaruh di seluruh wilayah, mendukung pihak yang berlawanan dalam konflik dari Suriah hingga Yaman.

Tidak ada reaksi langsung dari Iran atas pernyataan Raja Salman tersebut. Teheran sebelumnya menggambarkan pernyataan Arab Saudi yang menentangnya sebagai "tuduhan tidak berdasar" dan membantah mempersenjatai kelompok di Timur Tengah.

Kantor berita Arab Saudi SPA menerbitkan transkrip lengkap pidato Raja Salman. TV pemerintah menampilkan foto-foto dari apa yang tampak seperti Raja Salman yang secara virtual berbicara kepada anggota dewan dari istananya di Neom.

Raja Salman sempat dirawat di rumahsakit selama beberapa hari selama musim panas, menderita radang kandung empedu dan menjalani operasi.

Ketegangan meningkat di kawasan Timur Tengah sejak Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir penting dengan kekuatan dunia pada 2018, dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang ketat terhadap Iran.

Selanjutnya: Iran: Amerika tidak lagi mengontrol dunia

 

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru