kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.618   65,00   0,37%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kena sanksi, ekonomi Rusia menjadi mandiri


Jumat, 17 April 2015 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG pada Senin (6/11) akan dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap rilis data ekonomi penting domestik ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Uji Agung Santosa

MOSKWO. Kena sanksi barat tak menjadikan Rusia patah arang. Malah, hukuman yang diberikan oleh barat menjadikan Rusia menjadi lebih mandiri meningkatkan pembangunan ekonomi.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengatakan kepada para pemimpin bisnis bahwa sanksi tersebut tidak akan dicabut dalam waktu dekat. Dampak positif dari pelarangan barat adalah pertanian Rusia tumbuh dan menggantikan impor makanan dari Eropa. "Kita perlu menggunakan situasi untuk mencapai tingkat baru pembangunan," ujar Putin mengutip BBC.

Menurut Putin, ekonomi Rusia akan segera pulih dalam waktu dua tahun mendatang atau paling tidak nilai tukar rubel kembali meningkat. Tetapi produksi pabrik akan tenggelam lebih lanjut. Pernyataan ini diungkapkan oleh Putin dalam siaran langsung di televisi Rusia.

Dalam acara tersebut, sebanyak 2 juta orang telah mendaftarkan pertanyaan tentang bagaimana arah kebijakan ekonomi Rusia. Sebanyak 23% pertanyaan diajukan untuk masalah kesejahteraan sosial. Lalu, yang menjadi perhatian nasional adalah perumahan dan layanan lokal. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×