kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kena sanksi, ekonomi Rusia menjadi mandiri


Jumat, 17 April 2015 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG pada Senin (6/11) akan dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap rilis data ekonomi penting domestik ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Uji Agung Santosa

MOSKWO. Kena sanksi barat tak menjadikan Rusia patah arang. Malah, hukuman yang diberikan oleh barat menjadikan Rusia menjadi lebih mandiri meningkatkan pembangunan ekonomi.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengatakan kepada para pemimpin bisnis bahwa sanksi tersebut tidak akan dicabut dalam waktu dekat. Dampak positif dari pelarangan barat adalah pertanian Rusia tumbuh dan menggantikan impor makanan dari Eropa. "Kita perlu menggunakan situasi untuk mencapai tingkat baru pembangunan," ujar Putin mengutip BBC.

Menurut Putin, ekonomi Rusia akan segera pulih dalam waktu dua tahun mendatang atau paling tidak nilai tukar rubel kembali meningkat. Tetapi produksi pabrik akan tenggelam lebih lanjut. Pernyataan ini diungkapkan oleh Putin dalam siaran langsung di televisi Rusia.

Dalam acara tersebut, sebanyak 2 juta orang telah mendaftarkan pertanyaan tentang bagaimana arah kebijakan ekonomi Rusia. Sebanyak 23% pertanyaan diajukan untuk masalah kesejahteraan sosial. Lalu, yang menjadi perhatian nasional adalah perumahan dan layanan lokal. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×