Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - PARIS. Seiring stagnasi yang terjadi pada ekonomi Prancis, belanja rumah tangga negeri menara Eiffel ini juga merosot. Data terbaru pemerintahan Prancis menunjukkan, rumah tangga Prancis menghadapi tekanan daya beli.
Data terbaru Institut Nasional Statistik dan Studi Ekonomi Prancis (INSEE) yang dirilis Jumat (28/8/2026) menunjukkan, pendapatan disposabel bruto rumah tangga secara nominal masih meningkat 0,5% pada kuartal II, sama seperti kuartal sebelumnya. Angka ini memang masih lebih tinggi dari konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi pendapatan disposabel bruto cuma naik 0,1%.
Namun, harga konsumsi rumah tangga meningkat lebih cepat, yakni 1,0% dibandingkan kenaikan 0,6% pada kuartal I. Akibatnya, daya beli pendapatan disposabel bruto rumah tangga turun 0,5%.
Jika dihitung per unit konsumsi, ukuran yang digunakan INSEE untuk menggambarkan kondisi individu, daya beli turun lebih dalam, mencapai 0,6%.
Baca Juga: Akibat Serangan Panas, Ekonomi Prancis Stagnan pada Kuartal II-2026
“Data-data dari INSEE menunjukkan dampak dari musim panas yang buruk yang kita alami,” tutur Roland Lescure, Menteri Keuangan Prancis, dalam sebuah ajang bisnis di Paris, Jumat (28/8/2026), seperti dikutip Reuters.
Tekanan tersebut juga tercermin dari tingkat tabungan rumah tangga. Rasio tabungan turun cukup tajam menjadi 17,2% dari pendapatan disposabel pada kuartal II, dibandingkan 17,9% pada kuartal sebelumnya.
Penurunan tingkat tabungan terjadi bersamaan dengan meningkatnya konsumsi dan melemahnya daya beli. Dengan kata lain, rumah tangga tetap meningkatkan konsumsi meski kemampuan belinya tertekan.
Sementara itu, kondisi pasar tenaga kerja relatif datar. Jumlah jam kerja total turun tipis 0,1%, sama seperti kuartal sebelumnya. Angka ini juga sesuai dengan konsensus proyeksi ekonom. Lapangan kerja secara keseluruhan stabil, dengan penurunan tipis pekerjaan bergaji yang diimbangi oleh kenaikan pekerjaan non-upahan.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Terkoreksi 1,79% Jumat (28/8), Catat Penurunan Mingguan Kedua
Bagi dunia usaha, tingkat margin perusahaan nonkeuangan juga belum mengalami perbaikan. INSEE mencatat rasio margin perusahaan nonkeuangan bertahan di 31,5% dari nilai tambah, sama dengan kuartal pertama.
Kenaikan harga energi di pasar dunia kembali menekan margin perusahaan. Namun, tekanan tersebut diimbangi oleh penurunan upah riil sehingga rasio margin perusahaan akhirnya tidak berubah dari kuartal sebelumnya.














