Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan kembali melemah pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Indeks KOSPI mencatat penurunan mingguan kedua setelah optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) yang dipicu prospek Nvidia mulai mereda.
Investor juga cenderung berhati-hati menjelang agenda Jackson Hole yang menjadi perhatian pelaku pasar untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat 0,6% Jumat (28/8), Saham Teknologi Terdongkrak Kinerja Nvidia
Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI ditutup turun 123,49 poin atau 1,79% menjadi 6.788,88. Dalam sepekan, indeks tersebut juga melemah 1,79%.
Saham-saham teknologi menjadi penekan utama bursa Korea Selatan. Saham Samsung Electronics turun 3,38%, sedangkan SK Hynix merosot 4,45%. Saham produsen baterai LG Energy Solution juga melemah 0,13%.
Sebelumnya, Nvidia melaporkan pendapatan kuartal II lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 96,22 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar US$ 92,17 miliar. Namun, optimisme yang sempat mengangkat saham teknologi Asia mulai kehilangan momentum.
Investor juga mencermati perkembangan dari Jackson Hole setelah sejumlah pejabat Federal Reserve pada Kamis (27/8) kembali menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi inflasi Amerika Serikat.
Di antara saham unggulan lainnya, Hyundai Motor naik 0,38%, sementara Kia Corp menguat 1,51%. Di sisi lain, POSCO Holdings turun 0,59%, sedangkan saham Samsung BioLogics merosot 6,78%.
Dari total 910 saham yang diperdagangkan, sebanyak 640 saham menguat, sementara 238 saham melemah.
Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham Korea Selatan senilai 1,756,4 miliar won.
Baca Juga: Akibat Serangan Panas, Ekonomi Prancis Stagnan pada Kuartal II-2026
Won Menguat
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat terhadap dolar AS. Dalam perdagangan offshore, won berada di level 1.373,3 per dolar AS, menguat 0,6% dibandingkan hari sebelumnya.
Kontrak one-month non-deliverable forward (NDF) won berada di level 1.372,9 per dolar AS.
Sepanjang tahun berjalan, won telah menguat 4,9% terhadap dolar AS.
Sementara itu, KOSPI masih mencatatkan kinerja positif secara tahunan dengan kenaikan 61,10% sejak awal 2026.
Baca Juga: Shanghai Berencana Memberi Subsidi untuk Menumbuhkan Kembali Pasar Utang Luar Negeri
Imbal Hasil Obligasi Naik
Di pasar surat utang, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September turun 0,17 poin menjadi 103,34.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling likuid naik 4,4 basis poin menjadi 3,798%.
Sementara imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun naik 3,3 basis poin menjadi 4,285%.
Kenaikan imbal hasil obligasi menunjukkan investor tetap mencermati arah kebijakan suku bunga, terutama di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan inflasi Amerika Serikat dan sinyal kebijakan Federal Reserve.














