kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.990   31,00   0,17%
  • IDX 5.890   -12,50   -0,21%
  • KOMPAS100 779   -3,86   -0,49%
  • LQ45 587   -2,51   -0,43%
  • ISSI 202   0,42   0,21%
  • IDX30 334   -1,33   -0,40%
  • IDXHIDIV20 412   -0,98   -0,24%
  • IDX80 88   -0,32   -0,37%
  • IDXV30 111   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,29   -0,27%

Kepercayaan Konsumen Australia Suram, Tekanan Biaya Hidup dan Suku Bunga Membebani


Selasa, 09 Juni 2026 / 15:43 WIB
Kepercayaan Konsumen Australia Suram, Tekanan Biaya Hidup dan Suku Bunga Membebani
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Kepercayaan konsumen Australia kembali melemah pada Juni 2026. Kenaikan suku bunga, lonjakan harga bahan bakar, serta meningkatnya tekanan biaya hidup membuat masyarakat semakin pesimistis terhadap kondisi keuangan mereka.

Berdasarkan survei Westpac-Melbourne Institute yang dirilis Selasa (9/6), indeks kepercayaan konsumen turun 2,9% menjadi 80,6 pada Juni. Angka tersebut berada jauh di bawah level 100 yang menandakan jumlah konsumen pesimistis lebih banyak dibandingkan yang optimistis.

Kepala Peramalan Makro Australia Westpac, Matthew Hassan, mengatakan level indeks saat ini termasuk salah satu yang terlemah dalam sejarah survei tersebut.

"Pada level 80,6, indeks bulanan terbaru kembali berada di antara yang terendah dalam 50 tahun sejarah survei ini," ujar Hassan dalam laporan Reuters (9/6). 

Menurut dia, tekanan biaya hidup masih menjadi faktor utama yang membebani sentimen rumah tangga. Selain itu, mulai muncul kekhawatiran baru terkait dampak perubahan kebijakan pajak yang diumumkan pemerintah terhadap pasar perumahan.

Baca Juga: Diduga Membocorkan Informasi Rahasia, Otoritas Australia Periksa Mitra KPMG

Pemerintah Australia bulan lalu mengusulkan pengurangan insentif pajak bagi investor yang membeli rumah untuk disewakan. Kebijakan itu berpotensi mengurangi daya tarik investasi properti yang selama ini menjadi salah satu pilihan investasi favorit masyarakat Australia.

Sentimen konsumen juga tertekan oleh tiga kali kenaikan suku bunga yang telah dilakukan Reserve Bank of Australia (RBA) sepanjang tahun ini. Di saat yang sama, kenaikan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah turut menggerus daya beli rumah tangga.

Survei tersebut menunjukkan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi keuangan keluarga menurun tajam pada Juni. Prospek ekonomi jangka panjang Australia juga dinilai semakin memburuk.

Sementara itu, indikator yang mengukur waktu yang tepat untuk membeli barang-barang bernilai besar hanya naik tipis menjadi 86,4, masih jauh di bawah rata-rata historis sebesar 123.

Pandangan masyarakat terhadap pasar perumahan juga tetap lemah. Konsumen mulai memangkas ekspektasi terhadap kenaikan harga rumah dalam beberapa tahun mendatang, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: Ekonomi Australia Melambat, Tumbuh 0,3% pada Kuartal I 2026




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×