kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Ketegangan AS-Eropa: Dolar Anjlok, Aset Safe Haven Jadi Buruan


Senin, 19 Januari 2026 / 16:43 WIB
Ketegangan AS-Eropa: Dolar Anjlok, Aset Safe Haven Jadi Buruan
ILUSTRASI. Dollar US (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LONDON. Dolar Amerika Serikat (AS) jatuh pada Senin (19/1/2026), karena investor khawatir dengan ancaman tarif terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland.

Investor pun berbondong-bondong membeli yen dan franc Swiss sebagai aset aman (safe haven) untuk menghindari risiko yang luas di seluruh pasar.

Trump pada akhir pekan lalu mengatakan akan memberlakukan tarif impor tambahan 10% mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, hingga AS diizinkan membeli Greenland.

Para duta besar Uni Eropa sepakat meningkatkan upaya mereka untuk membujuk Trump agar tidak memberlakukan tarif, sambil juga mempersiapkan langkah-langkah pembalasan jika bea masuk tersebut diberlakukan.

Baca Juga: Ancaman Tarif Trump Guncang Bursa, Saham Eropa Rontok

Setelah sempat turun sebentar dalam perdagangan semalam, mata uang Eropa termasuk euro, pound, dan krona Skandinavia naik. Franc Swiss, yang merupakan aset safe-haven klasik, menuju kenaikan harian terbesar terhadap dolar dalam sebulan.

Euro berbalik arah dari awal perdagangan Asia dan naik 0,2% menjadi US$ 1,1627 pada pertengahan pagi di Eropa. Sementara poundsterling juga pulih, naik 0,1% menjadi $1,339.

"Biasanya Anda akan berpikir bahwa ancaman tarif akan menyebabkan euro melemah," kata Khoon Goh, kepala riset Asia di ANZ seperti dilansir Reuters.

Tetapi, Goh bilang, seperti yang kita lihat tahun lalu juga, ketika tarif 'Liberation Day' diberlakukan, dampaknya di pasar valuta asing sebenarnya lebih mengarah pada pelemahan dolar AS setiap kali ada peningkatan ketidakpastian kebijakan yang berasal dari AS.

Seperti diketahui, investor menghindari dolar AS setelah Trump mengumumkan tarif besar-besaran di seluruh dunia pada April 2025 lalu, memicu krisis kepercayaan pada aset AS.

Meskipun beberapa pergerakan modal keluar dari dolar terlihat pada hari Senin, terutama dengan kenaikan besar pada franc Swiss yang dianggap sebagai aset aman, para analis mengatakan bahwa jika terjadi peningkatan ketegangan yang lebih besar, investor kemungkinan besar akan kembali ke mata uang AS.

"Pasar memang cemas tentang penurunan nilai dolar sejak April lalu. Tetapi saya benar-benar ingin memperingatkan agar tidak berasumsi bahwa status dolar sebagai aset aman telah hilang," kata kepala strategi mata uang Rabobank, Jane Foley.

"Bahkan jika investor non-AS memutuskan untuk menarik uang mereka, ke mana mereka akan pergi? Pasar lain tidak cukup besar untuk mempertahankan hal itu. Besarnya pasar (AS) berarti akan selalu ada nilai aset aman yang terkait dengan aset AS," katanya.

Baca Juga: Investor Emas dan Perak: Waspada Koreksi, Ini Peluang Beli Terbaik

Dolar AS turun 0,5% pada Senin (19/1/2026) terhadap franc Swiss menjadi 0,7982 franc. Dolar AS sedikit melemah terhadap yen Jepang, mata uang non-AS lainnya yang menjadi pilihan aman, menjadi 158,055 yen.

Politik domestik Jepang telah menghambat yen dalam beberapa minggu terakhir, dengan pemilu mendadak yang akan datang meningkatkan ekspektasi stimulus fiskal yang lebih besar.

Selanjutnya: Butuh Hiburan Tidak Jauh dari Jakarta? Ini yang Ditawarkan Meikarta

Menarik Dibaca: Butuh Hiburan Tidak Jauh dari Jakarta? Ini yang Ditawarkan Meikarta


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×