kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kian berkembang karena pahami selera konsumen (4)


Jumat, 08 Desember 2017 / 16:21 WIB
Kian berkembang karena pahami selera konsumen (4)


Reporter: Yoliawan H | Editor: Tri Adi

KONTAN.CO.ID - Timothy Boyle telah berhasil menjaga bisnis peninggalan sang ayah yang kini tenar sebagai perusahaan produsen peralatan outdoor. Tim, panggilan akrab Timothy, memang memiliki hobi beraktivitas di luar ruangan. Sejak kecil, Tim sudah senang memancing dan berburu. Oleh sebab itu, saat memimpin Columbia, Tim tahu benar apa yang dibutuhkan oleh para petualang seperti dirinya. Tak heran, produk Columbia laku keras dan memiliki konsumen yang setia.

Timothy Boyle, pemilik sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Columbia sukses menyelamatkan perusahaan peninggalan mendiang ayahnya dari ancaman kebangkrutan. Bersama sang ibu, Gert Boyle. pria yang akrab disapa Tim tersebut berhasil menelurkan ide dan inovasi yang membuat Columbia bangkit menjadi produsen pakaian outdoor terkemuka di dunia.

Bangkitnya bisnis Columbia, sudah barang tentu menjadi prestasi dan juga berkah bagi Tim. Pundi-pundi kekayaan Tim pun melambung ditambah lagi namanya sukses masuk dalam jajaran orang terkaya dunia. Saat ini menurut hitungan Forbes, kekayaan Tim mencapai US$ 2 miliar.

Sebagai perusahaan yang telah bangkit dari keterpurukan, kinerja Columbia saat ini tumbuh dengan baik. Pada kuartal ketiga 2017, Columbia mencetak penjualan bersih senilai US$ 747,4 juta. Jumlah tersebut bertambah US$ 87,7 juta atau setara 5% sejak awal tahun 2017. Sedangkan, aset perusahaan yang bermarkas di Portland Amerika Serikat (AS) tersebut, kini telah berjumlah US$ 2 miliar.

Dunia luar ruangan memang sudah menjadi bagian dari kehidupan Tim. Sejak kecil, dia sudah mempunyai hobi memancing dan berburu di hutan. Perlengkapan outdoor menjadi bawaan wajib Tim, sebelum menjalankan kegemarannya tersebut. Tidak heran, kalau Tim piawai dalam berinovasi pada produk outdoor semisal jaket dan rompi. Hal ini lantaran Tim sendiri merupakan pelaku bisnis yang juga menyukai aktivitas outdoor sejak kecil.

Bentuk kedekatan Tim dengan para konsumennya juga dijalin lewat beragam kegiatan. Tak jarang Tim menggelar acara memancing dan berburu bersama, dengan para pelanggan produk Columbia. Pada tahun 1990-an silam, Tim pernah mengadakan acara berburu bersama dengan konsumen setia Columbia Sportwear.

Hobi berburu bersama, akhirnya terus berlanjut dan merambah ke banyak negara. Argentina merupakan salah satu negara yang pernah dikunjungi Tim, untuk memuaskan hasrat berburu burung liar.

Hobi lain selain berburu yang sering dilakukan Tim adalah bermain golf. Hobi tersebut menurun pada kedua anak Tim, yakni Joe dan Molly, yang juga memiliki hobi bermain golf.

Tidak tanggung-tanggung, pada tahun 2010, Tim membeli klub golf yang hampir bangkrut, yakni Gearheart Golflink, untuk direvitalisasi dan dijadikan bisnis baru yang tidak jauh dari hobi Tim. Menurut Tim, ini bukan masalah asal membeli bisnis yang hampir bangkrut, tetapi bagaimana melihat peluang terpendam dari sebuah bisnis yang sedang terpuruk. Diperkirakan nilai investasi Tim pada bisnis golf tersebut mencapai US$ 5,2 juta

Setelah sukses bersama Columbia, Tim juga aktif dalam kegiatan amal. Lahir dan besar di Oregon AS, membuat Tim aktif membangun kota itu dengan berdonasi, khususnya pada bidang kesehatan. Tim turut mendukung penelitian penyakit jantung dengan memberikan donasi senilai US$ 2 juta kepada Providence Heart Institure Oregon pada tahun 2017.

Selain itu, almunus University of Oregon ini juga turut menyumbang dana pendidikan bagi almamaternya, senilai US$ 5 juta pada tahun 2007. Ditambah lagi, pada tahun 2016, Tim juga memberikan dana yang cukup besar senilai US$ 10 juta untuk fasilitas hewan laut di Universitas Oregon. Pemberian tersebut termasuk salah satu yang terbesar bagi Universitas Oregon.

Di luar jabatannya sebagai CEO Columbia, Tim juga masuk Board of Director untuk perusahaan Northwest Natural Gas Company dan Craft Brew Alliance, Inc. Alhasil, pundi-pundi kekayaan Tim pun terus bertambah.             

(Selesai)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×