kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kian panas, Korea Utara sebut Trump sebagai orangtua yang tidak sabar


Senin, 09 Desember 2019 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Panmunjom, Korea Selatan, 30 Juni 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bisa mengubah pandangannya terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jika dia terus membuat komentar "tidak pantas, berbahaya".

Kim Yong Chol, pejabat senior Korea Utara yang berperan penting dalam mengatur pertemuan puncak kedua yang gagal antara Kim Jong Un dan Trump, bahkan menyebut Trump sebagai orangtua yang tidak sabar.

Menurut Kim Yong Chol, AS mengabaikan tenggat waktu akhir tahun yang Pyongyang tetapkan bagi Washington untuk melunakkan sikapnya dalam perundingan denuklirisasi yang terhenti.

Baca Juga: Trump mengingatkan Pemimpin Korut Kim Jong Un berisiko kehilangan segalanya

"Kami tidak akan rugi apa-apa lagi," kata Kim Yong Chol dalam sebuah pernyataan yang KCNA, media Pemerintah Korea Utara, lansir, Senin (9/12), seperti dikutip Reuters.

Trump mengatakan pada Minggu (8/12), Kim Jong Un berisiko kehilangan "segalanya" jika dia melanjutkan permusuhan dan negaranya harus melakukan denuklirisasi, setelah Korea Utara menyatakan telah "sukses melakukan tes yang sangat penting".




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×