kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.159   6,00   0,03%
  • IDX 5.001   -95,49   -1,87%
  • KOMPAS100 643   -13,60   -2,07%
  • LQ45 509   -8,44   -1,63%
  • ISSI 167   -3,71   -2,18%
  • IDX30 286   -4,74   -1,63%
  • IDXHIDIV20 386   -5,37   -1,37%
  • IDX80 74   -1,51   -1,99%
  • IDXV30 107   -1,58   -1,45%
  • IDXQ30 96   -1,47   -1,51%

Kian panas, Korea Utara sebut Trump sebagai orangtua yang tidak sabar


Senin, 09 Desember 2019 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Panmunjom, Korea Selatan, 30 Juni 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bisa mengubah pandangannya terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jika dia terus membuat komentar "tidak pantas, berbahaya".

Kim Yong Chol, pejabat senior Korea Utara yang berperan penting dalam mengatur pertemuan puncak kedua yang gagal antara Kim Jong Un dan Trump, bahkan menyebut Trump sebagai orangtua yang tidak sabar.

Menurut Kim Yong Chol, AS mengabaikan tenggat waktu akhir tahun yang Pyongyang tetapkan bagi Washington untuk melunakkan sikapnya dalam perundingan denuklirisasi yang terhenti.

Baca Juga: Trump mengingatkan Pemimpin Korut Kim Jong Un berisiko kehilangan segalanya

"Kami tidak akan rugi apa-apa lagi," kata Kim Yong Chol dalam sebuah pernyataan yang KCNA, media Pemerintah Korea Utara, lansir, Senin (9/12), seperti dikutip Reuters.

Trump mengatakan pada Minggu (8/12), Kim Jong Un berisiko kehilangan "segalanya" jika dia melanjutkan permusuhan dan negaranya harus melakukan denuklirisasi, setelah Korea Utara menyatakan telah "sukses melakukan tes yang sangat penting".




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×