Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - CHICAGO. Harga gandum di bursa Chicago melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026), seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.
Perundingan kedua negara berpotensi membuka kembali kelancaran ekspor biji-bijian dari kawasan Laut Hitam sehingga menambah pasokan di pasar global.
Mengutip Reuters, kontrak gandum paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,21% menjadi US$ 6,05 1/4 per bushel pada pukul 02.34 GMT.
Tekanan harga muncul karena pasar memperhitungkan kemungkinan kembalinya pasokan gandum Rusia dan Ukraina ke pasar internasional jika konflik kedua negara berakhir.
Baca Juga: Harga Gandum Naik Tipis, Peningkatan Pasokan dari Laut Hitam Batasi Penguatan
Tambahan pasokan tersebut berpotensi memperbesar tekanan pada harga gandum yang saat ini sudah berada dalam kondisi bearish.
Andrew Whitelaw dari konsultan pertanian Australia, Episode 3, mengatakan potensi masuknya kembali persediaan gandum dari kedua negara dapat semakin menekan harga apabila permusuhan benar-benar berakhir.
"Jika permusuhan berakhir, tekanan terhadap pasar gandum yang sudah bearish bisa semakin besar," ujar Whitelaw.
Harapan perdamaian menguat setelah utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff menyampaikan bahwa pemerintah AS akan mempertemukan delegasi Rusia dan Ukraina di Abu Dhabi pada 10-11 November mendatang.
Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas upaya mengakhiri perang, kesepakatan keamanan pascaperang, serta langkah meredakan ketegangan.
Di tengah pelemahan gandum, harga kedelai justru berbalik menguat. Kontrak kedelai di CBOT naik 0,18% menjadi US$ 12,19 per bushel setelah menyentuh level terendah dalam hampir 11 pekan pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Harga Kedelai AS Tertekan, China Belum Tambah Pembelian
Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan bahwa panen kedelai AS telah mencapai 88% dari total areal pada Minggu (1/11/2026). Capaian tersebut sedikit lebih cepat dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir.
Produksi kedelai AS juga diperkirakan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. USDA turut mengonfirmasi penjualan 1,73 juta ton jagung AS ke Meksiko dan 136.000 ton kedelai ke China.
Sementara itu, harga jagung di Chicago melemah 0,39% menjadi US$ 4,46 1/2 per bushel.
Dari sisi biaya produksi, harga pupuk di AS terus meningkat. Penurunan ekspor dari Trinidad dan Tobago memperketat pasokan pupuk global, sehingga menambah beban biaya petani. Tekanan ini semakin besar karena produsen pangan juga menghadapi lonjakan harga solar selama musim panen musim gugur.
Di negara lain, Mesir menyatakan memiliki cadangan strategis berbagai komoditas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rata-rata enam bulan.
Adapun ekspor sektor pertanian Argentina melonjak 157% secara tahunan menjadi US$ 2,88 miliar pada Oktober 2026, berdasarkan data Kamar Pengolah dan Eksportir Biji-bijian Argentina (CIARA-CEC).
Baca Juga: Harga Gandum Tertekan, Pasar Cermati Peluang Damai Rusia-Ukraina
Di Brasil, penanaman kedelai untuk musim panen 2026/2027 telah mencapai 53% dari target luas lahan per Kamis (29/10/2026). Angka tersebut meningkat dari 40% pada pekan sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan 47% pada periode yang sama tahun lalu.














