kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.129   -73,00   -0,40%
  • IDX 5.143   -139,49   -2,64%
  • KOMPAS100 665   -20,51   -2,99%
  • LQ45 524   -15,83   -2,93%
  • ISSI 172   -4,38   -2,47%
  • IDX30 294   -8,75   -2,89%
  • IDXHIDIV20 395   -10,57   -2,61%
  • IDX80 77   -2,31   -2,92%
  • IDXV30 109   -2,52   -2,25%
  • IDXQ30 99   -2,74   -2,69%

Harga Gandum Naik Tipis, Peningkatan Pasokan dari Laut Hitam Batasi Penguatan


Kamis, 29 Oktober 2026 / 11:36 WIB
Harga Gandum Naik Tipis, Peningkatan Pasokan dari Laut Hitam Batasi Penguatan
ILUSTRASI. Gandum (REUTERS/Valentyn Ogirenko)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gandum dunia mulai bangkit dari level terendah hampir empat bulan pada perdagangan Kamis (29/10/2026).

Aksi beli setelah harga melemah sehari sebelumnya menopang pemulihan, tetapi prospek peningkatan pasokan dari kawasan Laut Hitam membatasi penguatan.

Mengutip Reuters, kontrak gandum paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik tipis 0,1% menjadi US$ 5,99½ per bushel pada pukul 03.29 GMT. Sehari sebelumnya, harga gandum sempat menyentuh level terendah sejak awal Juli.

Pemulihan harga terjadi setelah Rusia kembali mengizinkan kapal pengangkut biji-bijian untuk ekspor meninggalkan Laut Azov. 

Izin tersebut menjadi yang pertama sejak 10 Juli, ketika otoritas Rusia menutup lalu lintas maritim di kawasan itu menyusul serangan pesawat nirawak Ukraina.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi

Sumber Reuters menyebutkan, izin melintasi Selat Kerch yang menghubungkan Laut Azov dengan Laut Hitam akan berlaku hingga 15 November. Dua sumber juga menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut akan dikawal konvoi Angkatan Laut Rusia saat melintasi Laut Hitam.

Kembalinya jalur pelayaran tersebut meningkatkan prospek pasokan gandum dari kawasan Laut Hitam, sehingga membatasi ruang kenaikan harga meski investor mulai memburu komoditas pada harga rendah.

Seorang pedagang berbasis di Australia mengatakan, pasar gandum telah kehilangan sebagian besar kenaikan harga sebelumnya akibat persoalan pasokan dari Laut Hitam. 

Menurut dia, pergerakan harga saat ini lebih mencerminkan upaya pasar untuk stabil setelah tekanan jual.

Sementara itu, harga kedelai melemah akibat melimpahnya pasokan dari panen Amerika Serikat (AS). Kontrak kedelai turun 0,5% menjadi US$ 12,31¾ per bushel.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis di Tengah Meredanya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Sebaliknya, harga jagung naik tipis 0,2% menjadi US$ 4,52¾ per bushel. Meski demikian, pasokan hasil panen AS yang melimpah masih membatasi pergerakan harga kedelai dan jagung.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×