Kilang Novoshakhtinsk di Rusia Terbakar akibat Serangan Drone Ukraina

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:20 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Kilang Novoshakhtinsk di Rusia Terbakar akibat Serangan Drone Ukraina

ILUSTRASI. Jejak terlihat di langit malam saat tentara Ukraina menembaki drone saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina 14 Maret 2022. REUTERS/Gleb Garanich.


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kebakaran berkobar di kilang Novoshakhtinsk pada Rabu (22/6), setelah dua drone Ukraina terlihat di atas fasilitas yang terletak di Wilayah Rostov, Rusia.

"Salah satu dari drone menabrak heat transfer unit, setelah itu api mulai menyala. Yang kedua terbang," kata sumber dari otoritas setempat kepada TASS, Rabu (22/6), seperti dikutip Reuters.

Layanan darurat setempat mengatakan, kobaran api kilang Novoshakhtinsk, yang hanya berjarak 8 km dari perbatasan Ukraina, telah padam, Interfax melaporkan.

Rekaman media sosial menunjukkan sebuah pesawat tak berawak terbang menuju kilang Novoshakhtinsk sebelum bola api besar dan asap hitam membumbung ke langit.

Baca Juga: Kunjungi Ukraina dan Rusia, Jokowi akan Bertemu Zelenskyy dan Putin

Tidak ada yang terluka akibat kebakaran di kilang Novoshakhtinsk yang memiliki kapasitas hingga 7,5 juta ton per tahun, menurut layanan darurat setempat.

Sebelumnya, Gubernur Krimea yang dikuasai Moskow mengatakan, tiga orang terluka dan tujuh orang hilang setelah Ukraina menembaki tiga anjungan pengeboran minyak di Laut Hitam di lepas semenanjung yang dicaplok Rusia.

"Kami mengonfirmasi, ada tiga yang terluka dan tujuh dilaporkan hilang. Kami menjamin pencarian akan terus berlanjut," kata Gubernur Krimea Sergey Aksyonov di Telegram pada Senin (20/6), seperti dikutip Al Jazeera

Aksyonov merujuk pada platform perusahaan minyak dan gas Chernomorneftegaz yang berbasis di Krimea.

Baca Juga: Krimea: Ukraina Serang 3 Anjungan Pengeboran Minyak di Laut Hitam

Ini adalah serangan pertama terhadap infrastruktur energi lepas pantai di Krimea sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Aksyonov, yang diangkat oleh Rusia sebagai gubernur Krimea setelah pencaplokan pada 2014 oleh Moskow, sebelumnya menyebutkan, lima orang terluka dalam serangan itu sebelum merevisi angka korban.

Menurut dia, tiga anjungan minyak lepas pantai menjadi sasaran, memicu evakuasi 94 orang di lokasi, sementara 15 tentara tetap menjaga fasilitas itu.

Chernomorneftegaz mengoperasikan beberapa ladang minyak dan gas di Laut Hitam dan Laut Azov.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru