kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Kim Jong Un dan Putin Janji Pererat Hubungan Korea Utara dan Rusia


Jumat, 16 Agustus 2024 / 16:17 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin disambut oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un setibanya di bandara di Pyongyang, Korea Utara, dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) 19 Juni 2024.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SEOUL. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan kembali komitmennya untuk memperdalam kerja sama dengan Rusia dalam pesan yang dikirimkan kepada Presiden Vladimir Putin. 

Hal ini disampaikan pada peringatan Hari Pembebasan Korea dari penjajahan Jepang, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita negara KCNA, Jumat (15/8).

Pesan ini merupakan tanggapan atas ucapan selamat dari Putin pada peringatan Hari Pembebasan tersebut. 

Dalam pesannya, Putin menekankan bahwa hubungan antara Korea Utara dan Rusia didasarkan pada sejarah bersama ketika Tentara Soviet berperang melawan Jepang.

Baca Juga: Presiden Korea Selatan Upayakan Dialog dengan Korea Utara, Jalan Menuju Unifikasi

Kim Jong Un menyatakan bahwa "perasaan persahabatan yang ditempa dalam perjuangan berdarah melawan musuh bersama terus menjadi kekuatan pendorong untuk mengembangkan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis yang komprehensif dan persahabatan yang tak terkalahkan."

Pertemuan puncak antara Kim dan Putin telah diadakan dua kali dalam setahun terakhir, dengan perjanjian yang ditandatangani untuk memperkuat kemitraan strategis, termasuk dalam bidang pertahanan.

Namun, kerja sama ini terjadi di tengah tuduhan dari Korea Selatan, Ukraina, dan Amerika Serikat bahwa Korea Utara membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina dengan memasok roket dan rudal sebagai imbalan atas bantuan ekonomi dan militer.

Dalam peringatan tersebut, Kim Jong Un juga mengunjungi tugu peringatan untuk menghormati tentara revolusioner Korea yang berjuang melawan Jepang, serta Menara Pembebasan yang mengenang Tentara Merah Soviet.

Baca Juga: Korea Utara Bersiap Sambut Kedatangan Wisatawan Asing Setelah 5 Tahun Ditutup

Sementara itu, media Korea Utara tidak menyinggung cetak biru unifikasi yang diumumkan oleh Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, sehari sebelumnya. 

Cetak biru ini menyerukan dialog dengan Pyongyang dan mengusulkan konferensi internasional mengenai hak asasi manusia di Korea Utara. Namun, rencana ini disambut skeptis oleh beberapa ahli, yang meragukan kemauan Pyongyang untuk melihatnya sebagai ancaman terhadap rezimnya.

Menteri Unifikasi Korea Selatan, Kim Yung-ho, menanggapi skeptisisme ini dengan menyatakan keyakinannya bahwa Korea Utara akan mempertimbangkan usulan tersebut dengan hati-hati.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×