Sumber: Yahoo News | Editor: Noverius Laoli
Hasil keselamatan di wilayah itu tergolong buruk. Fish mendapati bahwa meski para pekerja bisa berbahasa Inggris, bahasa utama mereka adalah Spanyol, sementara manajernya tidak bisa berbahasa Spanyol dan harus menggunakan penerjemah.
Fish kemudian mendorong promosi seorang pengemudi bilingual menjadi manajer. Hasilnya, tingkat keselamatan langsung membaik.
“Ada banyak hal yang hilang dalam penerjemahan. Setelah itu, semuanya berubah,” kata Fish.
Baca Juga: Di Balik Proyek PLTSa: Truk Sampah Akan Makin Ramai hingga Beban PLN Makin Berat
Langkah tersebut juga membuka peluang karier bagi pekerja yang sebelumnya merasa terhambat karena latar belakang bahasa. Perusahaan bahkan menyediakan pelatihan bahasa agar komunikasi berjalan dua arah.
Manajer bilingual tersebut kemudian menjadi salah satu manajer terbaik di perusahaan sebelum wafat akibat serangan jantung.
Bagi Fish, keunggulan Waste Management tidak terletak di ruang direksi, melainkan di tingkat operasional lapangan. Ia menilai pemahaman mendalam terhadap pekerja hanya bisa didapat dengan hadir langsung di tengah mereka.
“Saya tahu jabatan saya penting, tapi saya tidak lebih penting dari siapa pun di perusahaan ini,” ujar Fish. “Kami hanya berada di level posisi yang berbeda.”













