kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Kisah menarik Starbucks, dari kedai kopi biasa hingga miliki ribuan franchise


Jumat, 02 Oktober 2020 / 15:06 WIB
Kisah menarik Starbucks, dari kedai kopi biasa hingga miliki ribuan franchise
ILUSTRASI. Kisah menarik Starbucks, dari kedai kopi biasa hingga miliki ribuan franchise.


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Siapa yang tidak tahu Starbucs. Gerai kopi asal Amerika Serikat ini banyak digemari masyarakat. Banyak gerai Starbucks di Indonesia yang penuh pelanggan setia harinya. Pilihan menu kopi dan minuman lainnya yang menarik menjadi favorit masyarakat. 

Gerai kopi ini merupakan franchise kopi terbesar di dunia. Sudah banyak franchise Starbucks yang didirikan di banyak negara. 

Di Indonesia, hampir di tiap daerah memiliki gerai Starbucks. Sebelum sebesar sekarang, ada sejarah panjang yang menyertai Starbucks.

Pertama didirikan

Gerai kopi ini pertama kali didirikan oleh tiga orang laki-laki. Jerry Baldwin, Gordon Bowker, dan Zev Seigl membuka gerai Starbucks pertama di tahun 1971. 

Dikutip dari Encyclopedia Britannica, gerai ini terletak di Pike Place Market di Seattle, Amerika Serikat. 

Logo pertama Starbucks
Logo pertama Starbucks

Kegemaran akan teh dan kopi serta latar belakang guru, membuat mereka sepakat mendirikan Starbucks.  Nama Starbucks sendiri diambil dari nama tokoh di novel Moby Dick. Moby Dick adalah novel klasik karya Herman Melville yang terbit tahun 1851. 

Di tahun 1980, Seigl memutuskan untuk keluar dari Starbucks. Baldwin kemudian menjabat sebagai presiden dari Starbucks.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×