Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Kolombia akan meluncurkan rencana pengendalian populasi kuda nil invasif pada paruh kedua 2026. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah melakukan eutanasia terhadap tahap awal sekitar 80 ekor kuda nil.
Melansir Reuters, Menteri Lingkungan Kolombia Irene Velez mengatakan pada Senin (13/4) bahwa saat ini Kolombia memiliki sekitar 200 ekor kuda nil yang hidup di wilayah tengah dekat Sungai Magdalena.
Jika tidak dilakukan langkah pengendalian, populasi kuda nil diperkirakan dapat meningkat hingga 1.000 ekor pada 2035.
“Kami harus bertindak untuk mengurangi populasi kuda nil. Langkah ini penting untuk melindungi ekosistem serta spesies asli kami,” ujar Velez kepada wartawan, dikutip Reuters.
Ia menjelaskan, pertumbuhan populasi kuda nil mengancam sejumlah spesies asli seperti kura-kura sungai dan manatee (dugong air tawar), serta menyebabkan pencemaran air.
“Kami memperkirakan ada sekitar 80 individu yang dapat dikenakan tindakan (eutanasia),” tambahnya.
Baca Juga: Uni Eropa Resmikan Platform Pembelian Mineral Kritis, Kurangi Ketergantungan ke China
Berasal dari era Pablo Escobar
Kuda nil di Kolombia berasal dari empat ekor pertama yang diimpor secara ilegal pada 1980-an oleh mendiang gembong narkoba Pablo Escobar.
Escobar kala itu membangun kebun binatang pribadi di salah satu propertinya. Sejak saat itu, populasi kuda nil berkembang tanpa pengendalian berarti, meski pemerintah daerah sempat melakukan beberapa upaya pembatasan.
Program bernilai US$ 1,98 juta
Program pengendalian yang diumumkan pemerintah Kolombia memiliki anggaran 7,2 miliar peso Kolombia atau sekitar US$ 1,98 juta.
Program tersebut mencakup berbagai langkah, termasuk penahanan (confinement) dan relokasi.
Kolombia juga telah memulai pembicaraan beberapa bulan terakhir dengan delapan negara, termasuk India, Meksiko, Filipina, Ekuador, Peru, dan Afrika Selatan, untuk memindahkan sebagian kuda nil ke kebun binatang atau suaka margasatwa di negara-negara tersebut.
Tonton: Blokade Total Iran Dimulai! Trump Klaim Hancurkan Militer & Guncang Pasar Minyak Dunia
Namun hingga kini, izin dan otorisasi yang diperlukan belum diperoleh.
Velez juga menyebut bahwa kuda nil Kolombia mengalami cacat genetik akibat perkawinan sedarah (inbreeding), yang membuat sebagian institusi kehilangan minat untuk menerima hewan tersebut.












