kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Konflik dengan China bakal kian panas, AS berniat menjual tank dan amunisi ke Taiwan


Kamis, 06 Juni 2019 / 08:24 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Hubungan Amerika Serikat (AS)-China terancam kian buruk dalam waktu dekat. Pemerintahan Donald Trump baru-baru ini mengajukan rencana penjualan senjata dan tank senilai US$ 2 miliar ke Taiwan.

Mengutip empat sumber yang mengetahui rencana tersebut, Reuters memberitakan, Washington telah mengirimkan notifikasi rencana penjualan ke kongres AS. Peralatan militer yang akan dijual ke Taiwan itu termasuk 108 unit M1A2 Abrams tank, berikut amunisi anti pesawat dan amunisi anti tank.

AS selama ini merupakan pemasok utama senjata dan aneka peralatan militer untuk Taiwan. Dan, negeri yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya itu, diketahui berminat memperbarui armada tank miliknya, yang selama ini mengandalkan armada M60.

Pada Maret lalu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan AS memberi tanggapan positif terhadap permintaan senjata yang diajukan negerinya. Kendati tak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, AS memiliki aturan hukum yang menyatakan negeri itu wajib membantu Taiwan dalam melindungi wilayahnya.

Jurubicara pemerintah AS yang membawahi urusan penjualan senjata menolak memberi tanggapan mengenai rencana penjualan atau penjualan yang belum terlaksana.

Rencana penjualan ini diprediksi akan kian memperburuk hubungan Beijing-Washington, dan bisa memperparah konflik perdagangan di antara kedua negara yang tak berkesudahan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×