Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
\Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengetahui adanya kasus suspek pada 5 Mei dan mengirim tim ke Ituri untuk membantu investigasi, tetapi sampel yang dikumpulkan di lapangan awalnya menunjukkan hasil negatif, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers pada Jumat.
Laboratorium di Kinshasa kemudian mengonfirmasi kasus positif pada Kamis, dan total kasus positif terkonfirmasi saat ini mencapai 13 kasus, kata Tedros.
WHO telah mencairkan dana darurat sebesar US$ 500.000 dari dana kontinjensi untuk mendukung respons, termasuk pengawasan, pelacakan kontak, pengujian laboratorium, dan layanan klinis, katanya.
Ituri Dilanda Bentrokan Milisi
Wabah baru ini terjadi di tengah krisis keamanan yang memburuk di Ituri, di mana bentrokan antar kelompok milisi rival telah menewaskan puluhan warga sipil dalam beberapa pekan terakhir.
Kekerasan ini memperparah situasi kemanusiaan yang sudah buruk, menyebabkan fasilitas kesehatan kewalahan atau bahkan tidak berfungsi di beberapa bagian provinsi, kata Medecins Sans Frontieres (MSF) awal bulan ini.
LSM medis tersebut memperingatkan kondisi kebersihan yang sangat buruk di lokasi pengungsian, yang meningkatkan risiko wabah penyakit.
Tonton: Protes Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Iklim Investasi Indonesia
Wabah ini merupakan yang ke-17 di Kongo sejak Ebola pertama kali diidentifikasi di negara itu pada 1976. Wabah terbaru sebelumnya di Provinsi Kasai dinyatakan berakhir pada 1 Desember setelah berlangsung selama tiga bulan. Dari total 64 kasus, sebanyak 45 orang meninggal dan 19 lainnya sembuh.
Penyakit virus Ebola adalah penyakit berat dan sering mematikan yang endemik di hutan tropis luas Kongo. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, bahan yang terkontaminasi, atau orang yang telah meninggal akibat penyakit tersebut, kata Africa CDC.
Tabel: Data Utama Wabah Ebola Terbaru di Republik Demokratik Kongo
| Aspek | Data/Informasi |
|---|---|
| Lokasi wabah | Provinsi Ituri, Kongo Timur |
| Zona kesehatan terdampak | Rwampara, Mongwalu, Bunia |
| Strain virus | Bundibugyo (non-Zaire) |
| Jumlah kematian (versi Kemenkes DRC) | 80 orang |
| Jumlah kematian (versi Africa CDC) | 65 orang |
| Total kasus suspek | 246 kasus |
| Total kasus terkonfirmasi (WHO) | 13 kasus |
| Kasus indeks diduga | Perawat di Evangelical Medical Centre, Bunia |
| Gejala yang dilaporkan | Demam, pendarahan, muntah, kelemahan parah |
| Langkah pemerintah DRC | Aktifkan pusat darurat, perkuat surveilans, kirim tim respons |
| Langkah Africa CDC | Rapat darurat lintas negara (DRC-Uganda-Sudan Selatan) |
| Langkah WHO | Dana darurat US$ 500.000, dukungan tracing & tes lab |
| Faktor risiko penyebaran | Mobilitas penduduk, aktivitas pertambangan, wilayah dekat perbatasan |
| Kondisi lapangan | Konflik milisi, fasilitas kesehatan kewalahan (MSF) |
| Total wabah Ebola di DRC sejak 1976 | 17 wabah |













