kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kongsi Toyota-Daihatsu menggarap pasar Asia


Rabu, 05 Oktober 2016 / 12:44 WIB
Kongsi Toyota-Daihatsu menggarap pasar Asia


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Yudho Winarto

TOKYO. Toyota Motor Corp berambisi memperbesar pangsa pasar di negara berkembang di kawasan Asia. Demi memenuhi ambisi ini, Toyota menggandeng anak usahanya Daihatsu.

Nantinya, perusahaan hasil kongsi internal ini memiliki misi untuk mengembangkan dan memasarkan mobil mini (compact) di emerging markets. "Perusahaan baru ini akan menjadi unit usaha Toyota yang berdiri pada Januari  2017," tulis manajemen Toyota, seperti dilansir Reuters, Selasa (4/10).

Daihatsu akan bertanggung jawab di perusahaan baru tersebut. Daihatsu akan memimpin operasional di bidang pengembangan, pengadaan barang dan persiapan produksi.

Setelah resmi berdiri, unit usaha baru itu bakal menggunakan pabrik Toyota dan Daihatsu yang sudah ada. Yang jelas, unit usaha baru ini juga membidik pasar Vietnam, India dan Pakistan.

Executive Vice President Toyota Shigeki Terashi mengatakan, pihaknya akan mengadopsi keunggulan Daihatsu di unit usaha baru. Ini merupakan bagian dari upaya Toyota untuk menjadikan Daihatsu sebagai penguasa pasar global di segmen mobil kompak entry-level.

Gambaran saja, saat ini Daihatsu menguasai sekitar 16% dari total pasar mobil penumpang di Indonesia. Di Indonesia, Daihatsu memproduksi Ayla dan sederet merek mobil lain di bawah payung kerjasama dengan PT Astra International Tbk.

Sementara di Malaysia, Daihatsu mengoperasikan joint venture yang mampu menguasai pangsa pasar mobil hingga 32,5%.

Mobil mini

Asal tahu saja, rencana Toyota untuk membesarkan Daihatsu menjadi merek global dimulai sejak awal tahun ini. Di akhir Januari 2016, Toyota merogoh kocek US$ 3 miliar untuk membeli 49% saham Daihatsu.

Sebelumnya, Toyota sudah menguasai 51% saham Daihatsu. Sedari awal, niatan Toyota memiliki kendali penuh terhadap Daihatsu  adalah mendongkrak pendapatan di segmen pasar mobil mini dan pasar negara berkembang.

Yang jelas, Daihatsu merupakan produsen mobil dengan penjualan terbanyak di segmen mobil mini Jepang selama sembilan tahun terakhir. Saat ini Daihatsu menguasai 31% dari total pangsa pasar mobil mini.

Toyota pertama kali bekerjasama dengan Daihatsu pada 1967 dan memiliki saham mayoritas sejak 1998. Daihatsu mulai memproduksi mobil mini merek Toyota pada 2011 untuk pasar Indonesia dan Malaysia.

Tahun lalu, Toyota berhasil menjual 10,15 juta unit mobil di seluruh dunia. Angka ini membuat Toyota kembali didapuk sebagai produsen otomotif terlaris selama empat tahun terakhir.

Pada 2014, Toyota merajai pasar mobil global dengan penjualan mencapai 10,23 juta unit. Sepanjang 2015, Toyota membukukan pendapatan ¥ 28 triliun atau naik 4,3% dan mencetak rekor laba baru sebesar ¥ 2,31 triliun.  


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×