CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Konsorsium perusahan Jepang bakal uji coba mata uang digital baru di awal tahun 2022


Rabu, 24 November 2021 / 08:10 WIB
Konsorsium perusahan Jepang bakal uji coba mata uang digital baru di awal tahun 2022
ILUSTRASI. A Japan Yen note


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang digital baru yang didukung oleh deposito bank ditetapkan untuk uji coba di Jepang pada awal tahun 2022. Uji coba ini akan melibatkan sejumlah perbankan top di negara tersebut dan sekitar 70 perusahaan lainnya.

Langkah tersebut dijalankan oleh Forum Mata Uang Digital, yang anggotanya termasuk beberapa bank besar seperti MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp. dan Mizuho Bank, serta Japan Post Bank dan Nippon Telegraph & Telephone group.

East Japan Railway yang merupakan operator Jalur Yamanote yang sibuk di Tokyo dan perusahaan perdagangan papan atas Mitsubishi Corp. juga terlibat dalam uji coba ini.

Mengutip Nikkei Asia (24/11), uji coba mata uang digital ini akan fokus pada kelayakannya untuk transaksi bisnis, seperti pembayaran dalam jumlah besar antar perusahaan.

Rencananya, mata uang digital ini bisa segera diluncurkan setelah paruh kedua tahun 2022.

Selama ini, Jepang banyak menggunakan uang elektronik baru dalam bentuk seperti smart card seperti Suica dan Pasmo. Biasanya, transaksi yang dilakukan kebanyakan hanya untuk transaksi untuk konsumen kecil.

Baca Juga: Miliarder kripto ini putuskan untuk membuang Ethereum, mengapa?

Sementara uang elektronik biasanya tidak dapat diubah kembali menjadi uang tunai setelah dimasukkan ke dalam kartu, mata uang digital dapat ditukar secara bebas, membuatnya lebih berguna untuk bisnis.

Platform pembayaran dengan partisipasi luas di berbagai industri memiliki potensi untuk meningkatkan kecepatan transfer dan pembayaran sekaligus menurunkan biaya transaksi. Mendukung mata uang dengan deposito bank dimaksudkan untuk meningkatkan kredibilitasnya.

Saat ini, sejumlah bank sentral dunia telah meluncurkan mata uang digital atau setidaknya sudah mempertimbangkannya. Sementara, Bank of Japan (BoJ) belum memiliki rencana konkrit untuk mengeluarkan mata uang digital saat ini.

Namun, kabarnya BoJ juga akan memulai eksperimen fase kedua April mendatang, dengan fokus pada konversi antara mata uang digital dan uang tunai, serta potensi kerjasama dengan mekanisme penyelesaian sektor swasta.

 

Selanjutnya: Lebih tinggi dari proyeksi, ekonomi Singapura tumbuh 7,1% di kuartal III-2021

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×