kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Konsorsium perusahan Jepang bakal uji coba mata uang digital baru di awal tahun 2022


Rabu, 24 November 2021 / 08:10 WIB
ILUSTRASI. A Japan Yen note


Reporter: Adrianus Octaviano, Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang digital baru yang didukung oleh deposito bank ditetapkan untuk uji coba di Jepang pada awal tahun 2022. Uji coba ini akan melibatkan sejumlah perbankan top di negara tersebut dan sekitar 70 perusahaan lainnya.

Langkah tersebut dijalankan oleh Forum Mata Uang Digital, yang anggotanya termasuk beberapa bank besar seperti MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp. dan Mizuho Bank, serta Japan Post Bank dan Nippon Telegraph & Telephone group.

East Japan Railway yang merupakan operator Jalur Yamanote yang sibuk di Tokyo dan perusahaan perdagangan papan atas Mitsubishi Corp. juga terlibat dalam uji coba ini.

Mengutip Nikkei Asia (24/11), uji coba mata uang digital ini akan fokus pada kelayakannya untuk transaksi bisnis, seperti pembayaran dalam jumlah besar antar perusahaan.

Rencananya, mata uang digital ini bisa segera diluncurkan setelah paruh kedua tahun 2022.

Selama ini, Jepang banyak menggunakan uang elektronik baru dalam bentuk seperti smart card seperti Suica dan Pasmo. Biasanya, transaksi yang dilakukan kebanyakan hanya untuk transaksi untuk konsumen kecil.

Baca Juga: Miliarder kripto ini putuskan untuk membuang Ethereum, mengapa?

Sementara uang elektronik biasanya tidak dapat diubah kembali menjadi uang tunai setelah dimasukkan ke dalam kartu, mata uang digital dapat ditukar secara bebas, membuatnya lebih berguna untuk bisnis.

Platform pembayaran dengan partisipasi luas di berbagai industri memiliki potensi untuk meningkatkan kecepatan transfer dan pembayaran sekaligus menurunkan biaya transaksi. Mendukung mata uang dengan deposito bank dimaksudkan untuk meningkatkan kredibilitasnya.

Saat ini, sejumlah bank sentral dunia telah meluncurkan mata uang digital atau setidaknya sudah mempertimbangkannya. Sementara, Bank of Japan (BoJ) belum memiliki rencana konkrit untuk mengeluarkan mata uang digital saat ini.

Namun, kabarnya BoJ juga akan memulai eksperimen fase kedua April mendatang, dengan fokus pada konversi antara mata uang digital dan uang tunai, serta potensi kerjasama dengan mekanisme penyelesaian sektor swasta.

Selanjutnya: Lebih tinggi dari proyeksi, ekonomi Singapura tumbuh 7,1% di kuartal III-2021




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×