kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Korban Banjir & Longsor Di Nepal Teridentifikasi, Adakah WNI Jadi Korban?


Senin, 31 Agustus 2026 / 04:00 WIB
Korban Banjir & Longsor Di Nepal Teridentifikasi, Adakah WNI Jadi Korban?
ILUSTRASI. Korban Banjir & Longsor Di Nepal Teridentifikasi, Adakah WNI Jadi Korban?


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Bencana tanah longsor dan banjir bandang akibat keruntuhan gletser di wilayah perbatasan Tibet dan Nepal memicu krisis kemanusiaan besar. Pemerintah China melaporkan sebanyak 261 warga negara asing (WNA) dari 23 negara dinyatakan hilang di sisi Tibet. Apakah ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban?

Berdasarkan data resmi pejabat Daerah Otonomi Tibet China, korban hilang terbanyak berasal dari Nepal (104 orang), disusul India (49 orang), Latvia (33 orang), Amerika Serikat (18 orang), dan Inggris (15 orang).

Dampak lintas batas ini juga merenggut kewarganegaraan lain, termasuk Kanada dan Australia masing-masing enam orang, Afrika Selatan empat orang, serta sejumlah warga dari Malaysia, Jerman, Rusia, Irlandia, Estonia, Prancis, Belanda, Selandia Baru, Kazakhstan, Finlandia, Lithuania, Portugal, Ukraina, Spanyol, dan Hongaria.

Pihak berwenang di Beijing telah menyampaikan rincian resmi ini kepada misi diplomatik asing terkait.

Baca Juga: NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Misteri Terbesar Alam Semesta

Data Korban Jiwa dan Dampak Bencana

  • Sisi Nepal: Otoritas penanggulangan bencana melaporkan sedikitnya 675 orang tewas, 2.498 orang hilang, dan 7.514 orang berhasil diselamatkan. Kenaikan volume air di Sungai Trishuli memaksa warga dan tim evakuasi mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.
  • Sisi Tibet (China): Sebanyak 16 orang dilaporkan tewas di wilayah Gyirong dengan 546 orang hilang. Total keseluruhan korban tewas di kedua wilayah kini mendekati angka 700 jiwa.
  • Dampak Luas: Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.

Penyebab dan Karakteristik Bencana Kriosfer

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, mengonfirmasi bahwa bencana dipicu oleh ketidakstabilan gletser akibat dampak jangka panjang pemanasan global. Fenomena ini dinilai sebagai karakteristik baru yang menonjol dari bencana kriosfer di dataran tinggi Tibet.

Berdasarkan temuan ilmuwan, material tanah longsor dari sisi Nepal hanya membutuhkan waktu enam hingga tujuh menit untuk mencapai perbatasan Gyirong, menerjang bangunan, dan menyeret puing-puing.

Tonton: RUU Perampasan Aset Masukkan 13 Tindak Pidana, Apa Saja?

Upaya Penyelamatan dan Mitigasi Lintas Batas

Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam sambungan telepon dengan Menlu Nepal menyatakan bahwa insiden ini merupakan bencana lintas batas paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah China mengerahkan lebih dari 2.100 petugas penyelamat darurat dan menggelontorkan dana bantuan senilai minimal 220 juta yuan.

Bantuan bilateral turut mencakup alokasi dana darurat tunai, pasokan perlengkapan penanggulangan bencana, data satelit serta hidrologi, hingga pengiriman ahli penyelamatan terowongan untuk membantu otoritas Nepal. Hingga kini, kedua negara terus memperkuat koordinasi mitigasi dan identifikasi korban selamat maupun hilang di tengah medan evakuasi yang dinilai sangat sulit dan rumit.




Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/08/30/123314670/warga-asing-yang-hilang-dalam-banjir-bandang-nepal-teridentifikasi-ada?page=all#page2. 

 

Elpiji 3 Kg Bakal Dibatasi Pakai Desil, Warga: Jangan Sampai Salah Sasaran!


Tag


TERBARU

[X]
×