kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Korea Selatan akan jadi negara pertama yang luncurkan jaringan 5G


Rabu, 03 April 2019 / 16:35 WIB
Korea Selatan akan jadi negara pertama yang luncurkan jaringan 5G

Sumber: AFP | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan akan menjadi negara pertama yang meluncurkan jaringan seluler 5G secara penuh pada Jumat pekan ini. Langkah ini akan menjadi lompatan transformasional terhadap inovasi yang berpotensi mengubah kehidupan sehari-hari dari miliaran orang di dunia.

Dilansir dari AFP, jaringan komunikasi super cepat yang digembar-gemborkan via teknologi nirkabel generasi kelima pada akhirnya akan menopang segalanya mulai dari pemanggang roti hingga telepon, dari mobil elektrik ke jaringan listrik.


Tiga jaringan seluler Korea Selatan yakni KT, SK Telecom, dan LG UPlus telah menampilkan layanan 5G masing-masing secara langsung. "Kecepatan hyper 5G dapat menghubungkan satu juta perangkat dalam zona satu kilometer persegi secara bersamaan," kata KT dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Samsung Electronics akan merilis Galaxy S10 5G yang merupakan smartphone pertama yang telah tersedia di dunia dengan teknologi tersebut. Lalu sang pesaing, LG, siap menyusul dengan tipe V50s.

Namun upaya Korea Selatan untuk memenangi perlombaan untuk menjadi negara pertama yang memberikan pengalaman 5G kepada penggunanya masih harus menghadapi tantangan dari kerasnya hubungan antara Amerika Serikat dan China terkait Huawei sebagai pelopor teknologi tersebut.

Di sisi lain, Korea Selatan telah menjadikan peluncuran 5G sebagai prioritas sebagai bagian dari upaya merangsang pertumbuhan ekonomi yang megap-megap.

Pasalnya sistem ini akan membawa konektivitas nyaris instan dengan kecepatan sekitar 20 kali lebih tinggi dari jaringan 4G yang sudah ada. Kelebihan ini memungkinkan pengguna untuk mengunduh film panjang dalam waktu kurang dari satu detik.

Dengan cara yang sama seperti 3G memungkinkan akses web seluler yang luas dan 4G membuat aplikasi baru bekerja mulai dari media sosial hingga aplikasi Uber, 5G akan menandakan tingkat konektivitas baru yang diberdayakan oleh kecepatan.

System for Mobile Communications yang berbasis di London sendiri mencatat bahwa kehadiran 5G diperkirakan akan menghasilkan manfaat ekonomi sekitar US$ 565 miliar secara global pada tahun 2034.

Namun sejauh ini, implikasi jaringan 5G telah mengadu Washington dan Beijing dalam ketegangan yang semakin pahit. AS telah menekan sekutunya untuk menghindari teknologi 5G dari raksasa telekomunikasi milik Cina Huawei karena dinilai punya risiko keamanan.

Tapi di sisi lain, China telah mendominasi teknologi 5G. Di mana Huawei telah mendaftarkan 1.529 paten 5G, menurut perusahaan analisis data IPlytics.




TERBARU

Close [X]
×