kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Merkel: Jerman, seperti AS, berpikir Rusia telah melanggar perjanjian senjata nuklir


Rabu, 03 April 2019 / 06:35 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BERLIN. Jerman, seperti Amerika Serikat, percaya bahwa Rusia telah melanggar Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) era Perang Dingin, kata Kanselir Angela Merkel pada hari Selasa, (2/4).

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan menarik diri dari perjanjian INF 1987, musim panas ini kecuali Moskow mengakhiri dugaan pelanggarannya - sebuah pengumuman yang menurut Merkel dia mengerti.

Sementara Rusia sendiri telah membantah melanggar perjanjian INF tersebut.

Sementara para ahli menduga perselisihan politik dalam negeri AS sebagai faktor di balik munculnya laporan yang tak akurat itu.

“Rusia diam-diam telah mengerahkan rudal jelajah baru,” demikian tulis surat kabar AS The New York Times (NYT) mengawali laporan terkait dugaan pelanggaran Moskow terhadap Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) tahun 1987.

Mengutip narasumber anonim dari Gedung Putih, NYT menulis bahwa Rusia telah mengembangkan dan menempatkan rudal jelajah berbasis darat dengan hulu ledak nuklir.




TERBARU

[X]
×