kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Merkel: Jerman, seperti AS, berpikir Rusia telah melanggar perjanjian senjata nuklir


Rabu, 03 April 2019 / 06:35 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BERLIN. Jerman, seperti Amerika Serikat, percaya bahwa Rusia telah melanggar Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) era Perang Dingin, kata Kanselir Angela Merkel pada hari Selasa, (2/4).

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan menarik diri dari perjanjian INF 1987, musim panas ini kecuali Moskow mengakhiri dugaan pelanggarannya - sebuah pengumuman yang menurut Merkel dia mengerti.

Sementara Rusia sendiri telah membantah melanggar perjanjian INF tersebut.

Sementara para ahli menduga perselisihan politik dalam negeri AS sebagai faktor di balik munculnya laporan yang tak akurat itu.

“Rusia diam-diam telah mengerahkan rudal jelajah baru,” demikian tulis surat kabar AS The New York Times (NYT) mengawali laporan terkait dugaan pelanggaran Moskow terhadap Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) tahun 1987.

Mengutip narasumber anonim dari Gedung Putih, NYT menulis bahwa Rusia telah mengembangkan dan menempatkan rudal jelajah berbasis darat dengan hulu ledak nuklir.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×