kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Korea Utara Kecam Kesepakatan KTT AS-Korea Selatan


Senin, 01 Mei 2023 / 09:29 WIB
ILUSTRASI. Korea Utara mengkritik perjanjian AS-Korea Selatan baru-baru ini untuk mendukung penyebaran aset strategis Amerika di kawasan itu. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara mengkritik perjanjian AS-Korea Selatan baru-baru ini untuk mendukung penyebaran aset strategis Amerika di kawasan itu. Menurut media pemerintah KCNA, kesepakatan itu meningkatkan ketegangan ke "ambang perang nuklir".

Mengutip Reuters, Presiden AS Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengadakan pertemuan puncak minggu lalu, di mana Biden berjanji untuk memberi Seoul lebih banyak wawasan tentang perencanaan nuklirnya atas konflik apa pun dengan Korea Utara. Langkah ini dilakukan karena kecemasan yang semakin tumbuh atas program senjata Pyongyang.

Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat pertahanan Korea Selatan dan mengerahkan aset strategis AS secara teratur. Sebagai bagian dari upaya tersebut, kapal selam rudal balistik bersenjata nuklir Angkatan Laut AS akan mengunjungi Korea Selatan untuk pertama kalinya sejak 1980-an.

KCNA yang mengutip Choe Ju Hyon, analis keamanan internasional, mengatakan perjanjian tersebut menetapkan posisi sekutu untuk mengambil "tindakan paling bermusuhan dan agresif" terhadap Korea Utara.

"Penempatan aset strategis Amerika telah menempatkan situasi semenanjung Korea dalam posisi yang tidak stabil, dan dimaksudkan untuk membangun blok militer yang agresif dan eksklusif di wilayah tersebut," katanya.

Baca Juga: Kompak Hadapi Korut, AS dan Korsel akan Berbagi Ilmu Soal Nuklir

Dia menambahkan, "Itu hanya bertujuan untuk menghindari tanggung jawab atas kejahatan terkait nuklir terburuk yang pernah dilakukannya dengan menghancurkan dan melanggar sistem non-proliferasi nuklir secara sistematis, dan khususnya, mendorong situasi Semenanjung Korea ke jurang perang nuklir," kata KCNA.

Hyon juga menegaskan, langkah AS-Korsel adalah tujuan jahat hegemonik yang dikejar oleh AS untuk mengubah seluruh Korea Selatan menjadi pos perang nuklir terbesarnya di Timur Jauh dan menggunakannya secara efektif untuk mencapai strateginya untuk mendominasi dunia.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×