kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Korea Utara Kritik Strategi Baru AS Soal Senjata Pemusnah Massal


Rabu, 04 Oktober 2023 / 07:47 WIB
Korea Utara Kritik Strategi Baru AS Soal Senjata Pemusnah Massal
ILUSTRASI. Korea Utara mengkritik strategi baru AS dalam melawan senjata pemusnah massal. KCNA via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. KCNA melaporkan pada hari Rabu (10/4/2023), Korea Utara mengkritik strategi baru AS dalam melawan senjata pemusnah massal karena menggambarkan negara tertutup tersebut sebagai salah satu negara yang dianggapnya sebagai "ancaman terus-menerus".

Melansir Reuters, dalam sebuah pernyataan resminya, juru bicara kementerian pertahanan Korea Utara menuduh AS meningkatkan ancaman nuklir. Dia merujuk pada latihan militer bersama dengan Korea Selatan dengan mengirimkan kapal selam nuklir strategis.

Juru bicara tersebut juga mengkritik pernyataan strategi militer AS pada 28 September karena menggambarkan China sebagai “tantangan yang cepat” dan Rusia sebagai “ancaman akut”. 

Menurut Korea Utara, hal itu adalah "provokasi politik" terhadap negara-negara berdaulat yang merdeka.

Baca Juga: Korea Utara: AS dan Barat Menyembunyikan Jejak Kejahatannya dalam Insiden Nord Stream

Laporan "Strategi 2023 untuk Melawan Senjata Pemusnah Massal" yang tidak dirahasiakan dari Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa Korea Utara, Iran, dan organisasi ekstremis dengan aksi kekerasan tetap menjadi ancaman yang terus-menerus karena mereka terus mengejar dan mengembangkan kemampuan senjata pemusnah massal.

"Militer Korea Utara akan melawan strategi militer AS dengan strategi respons yang paling luar biasa dan berkelanjutan," kata juru bicara tersebut, mengutip tambahan pada undang-undang negara tersebut.

Baca Juga: Kim Jong Un Desak Produksi Senjata Nuklir Lebih Besar di Tengah Perang Dingin Baru

Informasi saja, pada pekan lalu, Korea Utara mengadopsi amandemen konstitusi untuk menerapkan kebijakan kekuatan nuklirnya ketika pemimpin Kim Jong Un berjanji untuk mempercepat produksi senjata nuklir demi mencegah apa yang disebutnya sebagai provokasi AS.




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×