Sumber: Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Tensi di Semenanjung Korea semakin meningkat, setelah Korea Utara meledakkan kantor penghubung dengan Korea Selatan yang ada di kota perbatasan mereka Kaesong pada Selasa (16/6).
"Korea Utara meledakkan Kantor Penghubung Kaesong pada pukul 14:49," kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang menangani hubungan antar-Korea dalam pernyataan tertulis seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Mengutip sumber militer Korea Selatan, Yonhap melaporkan, ledakan keras terdengar hingga ke kota perbatasan di wilayah negeri ginseng dan asap terlihat membumbung tinggi.
Baca Juga: Memanas, Korea Utara meledakkan kantor penghubung kedua Korea
Ledakan kantor penghubung itu terjadi hanya beberapa hari setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengeluarkan peringatan pada Sabtu (13/6) malam.
"Tidak lama lagi, sebuah adegan tragis dari kantor penghubung bersama Utara-Selatan yang tidak berguna yang benar-benar runtuh akan terlihat," ujarnya seperti dilansir Yonhap.
Korea Utara mengecam Korea Selatan karena gagal menghentikan pembelot Utara yang sekarang ada di Selatan mengirim selebaran anti-Pyongyang melintasi perbatasan menggunakan balon.
Baca Juga: Militer Korea Utara ancam akan ubah perbatasan menjadi benteng pertahanan
Meningkatkan kesiapan untuk bentrokan
Pyongyang bersumpah untuk berurusan dengan Korea Selatan sebagai "musuh", memutuskan semua jalur komunikasi lintas batas, dan mengancam akan mengambil tindakan lain termasuk aksi militer.
Menyusul ledakan itu, militer Korea Selatan meningkatkan postur pengawasan dan kesiapan untuk kemungkinan bentrokan tak sengaja di dekat daerah perbatasan yang tegang, menurut para pejabat.
Sebelumnya, Selasa (16/6) pagi, Staf Umum Tentara Rakyat Korea Utara memperingatkan, mereka sedang meninjau rencana aksi untuk maju ke zona yang telah berstatus demiliterisasi berdasarkan perjanjian Utara-Selatan, mengubah garis depan menjadi benteng dan lebih jauh mempertinggi kewaspadaan terhadap Korea Selatan.
Baca Juga: Kian memanas, Korea Utara: Militer kami akan meluncurkan tindakan ke Korea Selatan
"Sampai sekarang, tidak ada gerakan militer khusus yang dilakukan oleh militer Korea Utara yang telah terdeteksi. Kami sedang memantau mereka," kata seorang perwira di kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan seperti Yonhap kutip.
Kantor penghubung meluncur pada September 2018 untuk memfasilitasi pertukaran dan kerjasama antar-Korea di tengah suasana rekonsiliasi yang lahir dari pembicaraan puncak antara pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara.