kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Korea Utara terima 587 ton pasokan minyak sulingan dari China selama Maret


Jumat, 14 Mei 2021 / 14:15 WIB
Korea Utara terima 587 ton pasokan minyak sulingan dari China selama Maret

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mungkin jadi salah satu dari sedikit teman terdekat Korea Utara saat ini. Kedekatan kembali dibuktikan dengan pasokan ratusan ton minyak pada bulan Maret lalu.

Komite Sanksi PBB menyatakan bahwa China telah memasok sekitar 587 ton minyak sulingan ke Korea Utara pada bulan Maret. Data tersebut diterima PBB langsung dari China.

Data PBB yang dikutip Yonhap mengungkap, Beijing memasok Pyongyang dengan 4.893 barel minyak atau setara dengan 587,4 ton, pada bulan Maret.

Laporan ekspor minyak China ini juga jadi yang pertama kalinya tahun ini. China telah melewatkan pengungkapan ekspor minyak bulanannya sejak bulan September 2020.

Jika melihat jumlahnya, ekspor minyak China ke Korea Utara pada bulan Maret saja sudah mewakili sekitar 1% dari volume minyak sulingan yang dapat disuplai ke Utara dalam setahun.

Baca Juga: Korea Selatan: Waktunya untuk ambil tindakan atas Korea Utara

Nasib Korea Utara terkait impor minyak memburuk setelah Resolusi Dewan Keamanan PBB 2397 disahkan pada tahun 2017 silam.

Resolusi, yang dibuat setelah Korea Utara meluncurkan rudal jarak jauh, tersebut menetapkan batas atas jumlah minyak sulingan tahunan yang dapat ditawarkan atau dijual ke Korea Utara sebesar 500.000 barel, yang setara dengan 60.000-65.000 ton.

Jumlah besar yang diterima Korea Utara pada bulan Maret sepertinya disesuaikan dengan kondisi ekonomi Korea Utara yang memburuk akibat serangkaian bencana alam dan pandemi.

Bencana badai dan banjir tahun lalu masih sangat membekas karena menghancurkan banyak ladang pertanian utama negara. Banyaknya penduduk yang kehilangan tempat tinggal semakin memperburuk keadaan.

Bantuan dari negara luar pun sulit masuk karena pemerintahan Kim Jong Un menutup akses dari dunia luar karena khawatir akan penyebaran virus corona.

Selanjutnya: AS: Terus bangun senjata nuklir, kimia, dan biologi, Korea Utara membahayakan




TERBARU

[X]
×