Korut: Korsel & AS akan Dapat Balasan yang Mengerikan Jika Gunakan Kekuatan Militer

Rabu, 02 November 2022 | 08:42 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Korut: Korsel & AS akan Dapat Balasan yang Mengerikan Jika Gunakan Kekuatan Militer

ILUSTRASI. Korea Utara mengatakan AS dan Korea Selatan akan mendapat balasan yang mengerikan jika mereka memutuskan untuk menyerang Korea Utara. KCNA via REUTERS 


KONTAN.CO.ID - SEOUL/WASHINGTON. Pada Rabu (1/11/2022), Korea Utara mengatakan AS dan Korea Selatan akan mendapat balasan yang mengerikan jika mereka memutuskan untuk menyerang Korea Utara, dengan alasan latihan militer gabungan. 

Seperti yang diketahui, latihan militer gabungan ini tengah berlangsung, yang bertujuan untuk mempersiapkan potensi invasi.

Mengutip Yonhap, Pak Jong-chon, sekretaris Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa di Utara, juga meminta Seoul dan Washington untuk menghentikan apa yang dia klaim sebagai provokasi militer terhadap Pyongyang.

"Jika AS dan Korea Selatan berusaha menggunakan angkatan bersenjata melawan DPRK tanpa rasa takut, sarana khusus angkatan bersenjata DPRK akan menjalankan misi strategis mereka tanpa penundaan. AS dan Korea Selatan harus menghadapi kasus yang mengerikan dan membayar harga paling mengerikan dalam sejarah," kata pejabat Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi negara itu.

DPRK adalah singkatan dari Republik Rakyat Demokratik Korea, nama resmi Korea Utara.

Baca Juga: Latihan Angkatan Udara Korsel-AS Dimulai, Bakal Libatkan 240 Pesawat

"Perlu dicatat bahwa dalam situasi saat ini, adalah kesalahan besar untuk menerima ini sebagai peringatan ancaman saja," tambah Pak, menurut KCNA.

Pernyataan itu muncul saat Seoul dan Washington mengadakan latihan udara gabungan, yang disebut Vigilant Storm.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara pada Senin (waktu Seoul) menuduh latihan militer gabungan itu sebagai provokasi militer yang "tak henti-hentinya dan sembrono".

Pak berpendapat latihan itu dinamai Operasi Badai Gurun, nama kode untuk operasi militer dalam Perang Teluk 1990-1991, dan itu mewakili niat sekutu untuk memprovokasi, jika tidak menyerang, Korea Utara.

Juru bicara Pentagon Brig. Jenderal Pat Ryder sebagian menolak tuduhan itu, dengan mengatakan bahwa Vigilant Storm telah lama direncanakan dan ditujukan untuk meningkatkan kesiapan bersama sekutu.

Baca Juga: Bisa Jangkau China dan Rusia, Jepang Incar Rudal Jelajah Tomahawk AS

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru