kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kota Hantu di Tiongkok Juga Menjadi Masalah Besar Bagi Merek Mewah Eropa


Rabu, 09 Oktober 2024 / 09:21 WIB
ILUSTRASI. Seberapa eratkah permintaan tas tangan seharga US$ 3.000 terkait dengan harga rumah di Tiongkok? Jawabannya: sangat erat. REUTERS/Aly Song


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terakhir kali industri mewah mengalami masa sulit seperti itu di Tiongkok, di luar pandemi, adalah antara tahun 2014 dan 2016 ketika Beijing menindak korupsi, termasuk pejabat yang menghadiahkan tas tangan Louis Vuitton dan jam tangan Rolex sebagai imbalan atas bantuan politik. 

Insentif baru untuk mendongkrak konsumsi diharapkan segera diluncurkan oleh Beijing. Akan tetapi, mungkin kebijakan itu akan menargetkan produk pasar massal seperti barang-barang rumah tangga. 

Tiongkok telah meluncurkan subsidi tukar tambah untuk peralatan rumah tangga awal tahun ini dan berbagai kupon konsumsi.

Semua ini tidak terlalu membantu bagi penjual barang-barang mewah yang mahal. Agar merek dapat pulih, konsumen Tiongkok yang menghabiskan mulai dari US$ 7.000 hingga US$ 43.000 setahun untuk produk-produk mewah perlu merasa jauh lebih baik tentang keuangan mereka daripada yang mereka rasakan saat ini. 

Pengeluaran oleh kelompok ini telah turun 17% sejauh tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023, menurut sebuah laporan oleh Boston Consulting Group.

Baca Juga: Aksi Balasan Tiongkok: China Kenakan Tarif pada Brendi Uni Eropa

Perumahan setengah jadi yang terbengkalai merupakan masalah besar bagi pemerintah Tiongkok, dan juga ada dalam pikiran para eksekutif di Paris dan Milan. Meskipun nasib para bos perusahaan mewah mungkin bukan prioritas utama para pejabat Tiongkok, namun nasib mereka mungkin saling terkait.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×