Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
De Blasio mengatakan dia belum melihat video terpisah yang menunjukkan seorang perwira menarik topeng seorang pengunjuk rasa berkulit hitam yang tangannya di angkat ke atas, lalu menyemprotkan zat di wajahnya.
Kerumunan massa dan demonstran yang tidak mengenakan masker memicu kekhawatiran semakin meningkatnya kasus Covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 100.000 warga Amerika.
Baca Juga: Kerusuhan di AS meluas, DPR minta pemerintah pastikan keselamatan WNI
Kekerasan menyebar dalam waktu semalam meskipun jam malam diberlakukan di beberapa kota besar yang diguncang oleh kerusuhan sipil dalam beberapa hari terakhir, termasuk Atlanta, Los Angeles, Philadelphia, Denver, Cincinnati, Portland, Oregon, dan Louisville, Kentucky.
Philadelphia pada hari Minggu mengubah jam malam kota sebelumnya, menjadi pukul 6 malam dari sebelumnya jam 8 malam waktu setempat, dan memerintahkan semua bisnis untuk tutup saat TXF-TV setempat menunjukkan gambar kelompok pengunjuk rasa menyerang mobil polisi dan membakarnya.
Baca Juga: Amerika Serikat panas, kematian George Floyd bikin chaos polisi vs demonstran meluas
Aksi protes juga berkobar di Chicago, Seattle, Salt Lake City, Cleveland, dan Dallas.
"Tidak ada jawaban yang nyata tetapi awalnya adalah kita harus belajar untuk jujur satu sama lain," kata aktivis masyarakat Philip Holmes yang berusia 66 tahun ketika dia berdiri di antara para demonstran yang memegang tanda "Black Lives Matter".