kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Krisis ekonomi Lebanon diwarnai mogok kerja pagawai sektor publik


Kamis, 27 Mei 2021 / 10:01 WIB
ILUSTRASI. Seorang demonstran mengibarkan bendera Lebanon di depan polisi anti huru hara selama protes di Beirut, Lebanon, 8 Agustus 2020.


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Angka tersebut melonjak menjadi 12.000 miliar pound Lebanon setelah 2017, yang merupakan 86% dari total pendapatan negara, yang berjumlah sekitar 14.000 miliar pound Lebanon.

Saat ini antrian warga Lebanon di toko bahan makanan dan supermarket untuk membeli sisa barang bersubsidi merupakan pemandangan yang lazim ditemui.

Antrian di SPBU juga kerap terjadi sebagai akibat dari prosedur impor produk minyak bumi Banque Du Liban yang rumit, menyebabkan kekurangan bahan bakar.

Tentara nasional terlihat antri di dalam supermarket bersubsidi yang dialokasikan untuk membantu tentara, menunggu barang bersubsidi dibuka.

Krisis ekonomi Lebanon membuat jumlah keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan meningkat menjadi antara 700.000 dan 800.000.

Selanjutnya: Krisis mata uang akut, warga Lebanon: Kami lapar, kami sekarat!




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×