kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Krisis Ekonomi Parah, Sri Lanka Bahkan Kesulitan Bayar Ongkos Kirim BBM


Senin, 04 Juli 2022 / 09:55 WIB
Krisis Ekonomi Parah, Sri Lanka Bahkan Kesulitan Bayar Ongkos Kirim BBM
ILUSTRASI. Warga mengantre untuk membeli tabung gas LPG di dekat distributor, di tengah krisis ekonomi, di Kolombo, Sri Lanka, Senin (23/5/2022). REUTERS/Dinuka Liyanawatte


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Minimnya stok solar dan bensin memaksa Sri Lanka menutup sekolah pada pekan lalu dan meminta pegawai negeri bekerja dari rumah. Pasokan bahan bakar untuk pemerintah pun dibatasi untuk sejumlah layanan yang diprioritaskan.

Pejabat IMF saat ini masih terus melakukan pembicaraan dengan Sri Lanka untuk kemungkinan paket bailout US$3 miliar. Namun, pencairan dana ke negara ini mungkin akan sulit karena Sri Lanka harus menjamin kesanggupannya dalam pelunasan utang di masa depan.

Untuk mengatasi krisis ekonominya, Sri Lanka disebut membutuhkan sekitar US$3,3 miliar untuk impor bahan bakar, US$900 juta untuk makanan, US$250 juta untuk gas masak, dan US$600 juta lainnya untuk pupuk sepanjang tahun ini.




TERBARU

[X]
×