Krisis listrik melanda India Timur dan Utara, bisa menyengat New Delhi

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:13 WIB Sumber: Reuters
Krisis listrik melanda India Timur dan Utara, bisa menyengat New Delhi

ILUSTRASI. Pekerja membongkar batubara dari truk pasokan di pinggiran Kota Ahmedabad, India Barat, 15 April 2015. Krisis listrik melanda India Timur dan Utara. REUTERS/Amit Dave.


KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pasokan batubara yang berkurang ke pembangkit listrik menyebabkan krisis lsitrik di beberapa negara bagian di Timur dan Utara India, dengan penduduk di wilayah itu mengalami pemadaman listrik hingga 14 jam sehari.

Mengutip Reuters, Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengatakan, kekurangan batubara berarti ibu kota India juga bisa menghadapi krisis listrik.

Hujan lebat memengaruhi pasokan batubara ke pembangkit listrik. Dan, harga batubara global yang tinggi membatasi operasional pembangkit yang bergantung pada impor, Kementerian Batubara India mengatakan pada Minggu (10/10).

Hanya, Kementerian Batubara India mengklaim, negeri Sungai gangga memiliki stok batubara yang cukup untuk memenuhi permintaan sektor kelistrikan.

Baca Juga: Krisis listrik memburuk di provinsi terbesar China ini, harga batubara naik

Menurut Kementerian Batubara India, Coal India Ltd milik negara menggunakan 40 juta ton stoknya untuk memasok pembangkit.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Ketenagalistrikan India menyebutkan, pasokan batubara untuk pembangkit listrik pada Sabtu (9/10) pekan lalu naik menjadi 1,92 juta ton, sementara konsumsi 1,87 juta ton.

Menurut Kementerian Ketenagalistrikan India, stok batubara yang dimiliki oleh perusahaan listrik akan meningkat karena Coal India meningkatkan pasokan.

Di India, lebih dari setengah dari 135 pembangkit listrik tenaga batubara, yang memasok sekitar 70% listrik negara itu, hanya memiliki stok bahan bakar yang cukup untuk bertahan.

Selanjutnya: China perluas penghentian produksi tambang batubara, harga melonjak makin tinggi?

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru