kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Krisis listrik, Singapura ambil 3 langkah antisipasi luar biasa untuk jaga pasokan


Selasa, 19 Oktober 2021 / 18:22 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung yang mengenakan masker mengambil gambar selama Dahlia Dreams menjelang Tahun Baru Imlek di Singapore's Gardens by the Bay, Minggu, Singapura (31/1/2021). REUTERS/Loriene Perera.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

"Langkah-langkah antisipasi ini luar biasa tetapi perlu untuk mengamankan pasokan bahan bakar dan listrik kami. Kami akan meninjau, apakah tindakan ini masih diperlukan pada 31 Maret 2022," kata EMA.

"Selama periode ini, kami mendesak konsumen untuk menghemat energi jika memungkinkan. EMA akan terus memantau perkembangan di sektor energi global dan domestik dengan cermat, dan akan memperkenalkan langkah-langkah lebih lanjut jika diperlukan," imbuh EMA.

EMA mencatat, pekan lalu keadaan "luar biasa" di pasar energi telah menyebabkan beberapa pengecer listrik berhenti beroperasi. 

Ohm Energy dan iSwitch telah mengumumkan bahwa mereka keluar dari pasar Singapura. Sementara Union Power mengatakan pada Senin (18/10), mereka mengurangi 850 akun pelanggan di tengah harga energi yang tinggi.

Selanjutnya: Risiko COVID-19 naik ke Level 4, AS minta warganya tidak bepergian ke Singapura




TERBARU

[X]
×